SANTRI DI JALAN MAKRIFATULLAH

Prasetya
Chapter #2

BAGIAN I SETELAH DUNIA DILALUI Bab 1: Raka dan Seribu Santri

BAGIAN I  SETELAH DUNIA DILALUI

Bab 1: Raka dan Seribu Santri

Darul Hikmah pagi itu sibuk seperti biasa. Di lapangan utama, ratusan santri putra berbaris rapi untuk apel pagi sebelum berangkat ke sekolah formal. Di sayap timur, suara mengaji anak-anak kelas tahfiz bersahutan dengan kokok ayam dari kandang wakaf produktif yang kini telah berkembang menjadi salah satu penopang utama ekonomi pesantren. Di kantor yayasan, Akmal—yang dulu adalah sepupu penuh dendam, kini menjadi pengelola administrasi yang rapi dan disiplin sedang menyusun laporan bulanan untuk rapat pengurus.

Raka berjalan menyusuri koridor utama, disapa dengan hormat oleh setiap santri yang berpapasan dengannya. "Assalamu'alaikum, Kyai," ucap mereka, mencium tangannya satu per satu. Ia membalas dengan senyum yang sudah menjadi kebiasaan, namun pagi itu senyumnya terasa lebih berat dari biasanya.

Ia memasuki ruang kerja, tempat map-map laporan menumpuk rapi di meja: laporan keuangan kandang ayam petelur yang kini mencapai delapan ribu ekor, proposal perluasan asrama putri, undangan seminar nasional pendidikan pesantren yang memintanya menjadi pembicara utama, dan surat dari sebuah universitas Islam ternama yang menawarinya gelar kehormatan.

Semua itu seharusnya membuatnya bangga. Dan memang, ada bagian dari dirinya yang bangga. Tetapi ada bagian lain, bagian yang lebih jujur, yang justru merasa gelisah setiap kali melihat tumpukan pengakuan itu.

Lihat selengkapnya