SANTRI DI JALAN MAKRIFATULLAH

Prasetya
Chapter #10

BAGIAN III MEMBONGKAR "AKU" Bab 9: Pasar di Dalam Hati

BAGIAN III MEMBONGKAR "AKU"

Bab 9: Pasar di Dalam Hati

Suatu siang, sebuah mobil mewah berhenti di depan gerbang Darul

Hikmah, membawa seorang pengusaha tambang batu bara bernama Haji Rusli, salah satu donatur terbesar yang pernah menyumbang untuk pembangunan masjid pesantren dua tahun lalu. Kedatangannya kali ini disambut dengan penuh hormat oleh pengurus yayasan, termasuk Akmal yang segera menyiapkan ruang tamu terbaik.

"Kyai Raka," ucap Haji Rusli setelah basa-basi singkat, "saya datang mau nawarin sesuatu yang besar. Saya mau bangun gedung tahfiz baru, kapasitas lima ratus santri, full AC, perpustakaan digital, semuanya modern. Total investasi sekitar delapan miliar."

Raka mengangguk, menyimak dengan saksama sambil menahan diri untuk tidak langsung bereaksi berlebihan. "Alhamdulillah, itu sangat berarti bagi perkembangan pesantren, Pak Haji. Terima kasih atas niat baiknya."

"Tapi ada satu syarat kecil," lanjut Haji Rusli sambil tersenyum. "Gedungnya saya mau namain 'Gedung Tahfiz H. Rusli Pratama'. Terus, kalau bisa, di depan gedungnya ada plakat besar sama foto saya. Biar santri-santri tahu siapa yang bantu mereka, dan biar ini jadi contoh buat donatur lain."

Raka terdiam sejenak. Permintaan semacam itu bukan hal anehbanyak lembaga menerima syarat serupa dari para donatur besar. Namun ada sesuatu dalam nada suara Haji Rusli, dalam caranya menyebut "biar santri-santri tahu", yang membuat Raka merasa familiar dengan sesuatu yang pernah ia kenal betul di masa lalu.

Ia teringat masa kuliahnya dulu, saat bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan sekuritas. Ia teringat bagaimana para trader di lantai bursa begitu piawai menjual citrabagaimana sebuah saham bisa melambung bukan karena fundamentalnya kuat, melainkan karena cerita di baliknya dikemas dengan meyakinkan. Ia teringat bagaimana dirinya sendiri, dulu, pernah tergoda untuk ikut memasarkan produk investasi yang lebih menjual "nama besar" daripada nilai sesungguhnya.

Lihat selengkapnya