SANTRI DI JALAN MAKRIFATULLAH

Prasetya
Chapter #20

Bab 19: Belajar Berdiri

Bab 19: Belajar Berdiri

Raka diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah tujuh hari perawatan, namun dokter mewanti-wanti agar ia benar-benar membatasi aktivitas selama dua minggu berikutnya. Tubuhnya masih sangat lemah untuk sekadar bangun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi pun, ia butuh dipapah, kakinya gemetar seperti anak kecil yang baru belajar melangkah.

Hari pertama di rumah, ia mencoba berjalan sendiri tanpa bantuan menuju ruang tamu, ingin menunjukkan kepada dirinya sendiri bahwa ia sudah cukup kuat. Namun baru beberapa langkah, kepalanya berkunang-kunang dan ia harus segera duduk di kursi terdekat sebelum jatuh, dengan Aisyah yang buru-buru berlari menghampirinya dengan wajah cemas.

"Abi, jangan maksa gitu," tegurnya sambil membantu suaminya duduk dengan aman. "Pelan-pelan aja."

Raka menghela napas berat, campuran antara malu dan frustrasi. "Aku ngerasa lemah banget, Mi. Buat jalan sepuluh langkah aja susah, padahal biasanya aku bisa keliling pesantren berjam-jam tanpa capek."

Kadijah, yang duduk di dekat mereka sambil mengerjakan tugas sekolah, tiba-tiba berkata polos, "Abi kayak aku dulu waktu belajar jalan, ya? Kata Umi, aku juga sering jatuh waktu kecil, tapi lama-lama bisa jalan sendiri."

Lihat selengkapnya