SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #9

BAB 9 VIRAL

BAB 9

VIRAL

 

Hari Senin pagi, suasana pesantren berubah drastis. Bukan cuma di Kamar 7, tapi di seluruh asrama, bisik-bisik menyebar lebih cepat dari kentongan tanda sholat.

"Kamu udah lihat belum?" Doni menyamperi Raka yang baru keluar dari kamar mandi, wajahnya panik.

"Lihat apa, Don?"

"HP santri lain, yang boleh dipakai pas jenguk kemarin, videonya nyebar. Video pertandingan silat hari “Sabtu. Yang ada kamu sama Yusuf."

Raka berhenti jalan. "Video apa? Aku nggak ngerti."

Doni menarik Raka ke sudut lorong, nunjukin layar HP temennya yang lagi dipinjam sebentar dari wali santri yang jenguk. Videonya pendek, tapi jelas, rekaman diam-diam dari sesi latihan tanding persiapan, di mana Yusuf, karena emosi, menendang Raka lebih keras dari yang seharusnya sampai Raka jatuh. Caption di videonya:

"BEGINI CARA SENIOR 'MENDIDIK' SANTRI BARU DI PESANTREN INI. BUDAYA KEKERASAN MASIH ADA! #santripinggiran #pesantrenkejam"

Video itu udah ditonton ratusan ribu kali, dibagi ulang di berbagai akun, komentarnya penuh cercaan buat pesantren.

"Ini siapa yang upload?!" Raka kaget, suaranya sampai naik.

"Nggak tahu, bang."

Raka inget lagi daftar kecil yang dia tulis di buku catatannya, Doni, sosok kurus tinggi, teman Yusuf. Tapi sekarang, dengan video ini benar-benar tersebar, kecurigaan itu terasa jauh lebih mendesak dari sekadar catatan iseng.

Bahkan warga Desa Tapan sendiri mulai membicarakannya. Saat Raka mengintip dari jendela kelas, dia melihat beberapa ibu-ibu yang biasa lewat depan pesantren untuk ke sawah, berhenti sejenak sambil berbisik-bisik, menunjuk ke arah gerbang sambil menggeleng-geleng. Seorang tukang ojek pangkalan yang biasa mangkal di dekat gerbang pun terlihat sibuk memperlihatkan layar HP-nya ke tukang ojek lain, tertawa kecil sambil sesekali menoleh ke arah pesantren.

Lihat selengkapnya