SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #10

BAB 10 FITNAH

BAB 10

FITNAH

 

Dua hari setelah video itu viral, keadaan makin nggak karuan. Bukan cuma satu video yang beredar sekarang, ada potongan-potongan lain yang entah dari mana asalnya, ada yang direkam ulang dari HP orang lain, ada yang cuma screenshot chat nggak jelas yang diklaim "bukti dari orang dalam."

Salah satu yang paling nyakitin buat Raka adalah story WhatsApp yang beredar dari nomor nggak dikenal, isinya tuduhan bahwa Raka sengaja "settingan" berantem sama Yusuf biar videonya viral dan dia bisa terkenal.

"Ini ngawur banget," gumam Raka, natap layar HP pinjaman dari wali santri yang jenguk, tangannya gemetar menahan emosi.

Semakin dia menggulir layar, semakin banyak komentar asing yang muncul, sebagian mengecam pesantren, sebagian mengecam dirinya secara personal, bahkan ada yang menyertakan foto lama Raka dari media sosialnya sebelum masuk pesantren, dikomentari dengan nada mengejek soal "anak gaul yang sok alim." Raka mematikan layar HP itu, tidak sanggup melanjutkan membaca lebih jauh.

Doni, yang duduk di sebelahnya, cuma bisa geleng-geleng. "Orang-orang tinggal nulis apa aja yang mereka mau percaya, bang."

***

 

Yang lebih membuat suasana tegang, sore itu untuk pertama kalinya sebuah mobil dengan logo stasiun televisi lokal terlihat parkir di luar gerbang pesantren. Dua orang turun, salah satunya membawa kamera besar, satu lagi memegang mikrofon berlogo.

Kabar itu menyebar cepat ke seluruh asrama. Beberapa santri, termasuk Raka, mengintip dari balik jendela kelas, menyaksikan Pak Kiai dan salah satu ustaz senior berjalan ke arah gerbang untuk bicara dengan mereka.

"Itu wartawan beneran, bang," bisik Fajar, ikut mengintip di sebelah Raka. "Serem juga ya, tempat kita jadi berita."

Raka nggak menjawab. Dadanya sesak melihat Pak Kiai, yang biasanya berwibawa dan tenang, sekarang berdiri dengan raut wajah lelah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dari kejauhan nggak jelas kedengaran, tapi jelas terasa menekan.

***

 

Lihat selengkapnya