SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #12

BAB 12 MEMULAI DARI AWAL

BAB 12

MEMULAI DARI AWAL

 

Raka menemukan Doni sore itu di lapak koperasi kecilnya, masih dengan wajah yang belum sepenuhnya reda dari kejadian pagi tadi.

"Don." Raka berdiri canggung di depannya. "Aku minta maaf. Beneran. Aku salah nuduh kamu tanpa bukti kuat, itu persis yang aku benci pas orang-orang nuduh aku."

Doni nggak langsung menjawab, tangannya sibuk menata dagangan yang sebenarnya udah rapi.

"Aku ngerti kamu kepepet, bang," akhirnya Doni buka suara, nada suaranya masih agak dingin. "Tapi rasanya tetep nggak enak, dituduh sama orang yang gue anggap udah kayak sohib sendiri."

"Aku tahu. Makanya aku nggak akan maksa kamu bantuin lagi kalau kamu nggak mau. Tapi aku janji, mulai sekarang aku nggak akan asal tuduh tanpa bukti."

Doni menghela napas panjang, lalu akhirnya menatap Raka. "Yaudah. Tapi kali ini, kamu cari sendiri, bang. Gue udah cukup pusing sama urusan gue sendiri."

Raka mengangguk, menerima konsekuensi itu dengan lapang dada. Setidaknya persahabatan mereka nggak benar-benar putus, cuma perlu waktu buat pulih.

Sebelum Raka beranjak pergi, Doni memanggilnya sekali lagi. "Bang, tunggu."

Raka menoleh.

"Bukan berarti aku nggak mau bantuin kamu sama sekali," kata Doni, nada suaranya melunak sedikit. "Cuma aku butuh waktu buat nenangin diri dulu. Besok-besok, kalau aku udah nggak sesumpek ini, mungkin aku bisa bantu lagi."

"Makasih, Don," Raka tersenyum tipis, merasa sedikit beban terangkat. "Aku ngerti."

"Tapi inget," Doni menambahkan, menunjuk Raka dengan jari yang masih agak menuduh, "jangan pernah nuduh aku kayak gini lagi. Sekali aja lagi kamu tuduh aku tanpa bukti, kita beneran cerai temenan."

"Nggak akan lagi. Janji," jawab Raka mantap, meski dalam hati dia tahu, kepercayaan yang sudah retak tidak bisa langsung utuh kembali hanya dengan satu janji, butuh waktu, dan bukti konsisten, untuk benar-benar memulihkannya.

Lihat selengkapnya