SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #21

BAB 21 KEPUTUSAN

BAB 21

KEPUTUSAN

 

Raka, Fajar, dan Doni berpencar mencari Rizal begitu jam istirahat sekolah tiba, memeriksa setiap sudut yang mungkin, perpustakaan, gudang belakang dapur, bahkan pos tukang kebun tempat Raka pertama kali menangkap basah dia malam itu. Nihil.

Kepanikan mulai menjalar di antara mereka bertiga. Doni bahkan sempat mengusulkan untuk melapor ke ustadz piket, tapi Raka menahannya.

"Belum, Don. Kalau kita lapor sekarang, dan ternyata dia cuma lagi butuh waktu sendirian, bisa runyam nanti urusannya," kata Raka, meski suaranya sendiri terdengar tidak seyakin yang dia harapkan.

"Coba cek belakang, deket tembok pembatas kebun," usul Doni, "tempat sepi yang jarang dicek santri lain."

Mereka bertiga bergegas ke sana, dan akhirnya menemukan Rizal duduk sendirian di bawah pohon rambutan tua dekat tembok pembatas, lututnya ditekuk ke dada, wajahnya kusut seperti belum tidur semalaman.

"Rizal!" Raka berlari mendekat, lega sekaligus khawatir. "Dari semalam lu di sini?"

Rizal mendongak, matanya merah dan sembap. "Aku... aku nggak tau harus ke mana, Ka. Aku duduk di sini dari abis subuh, mikir. Mau maju, tapi kaki aku kayak nggak bisa gerak ke arah kantor Pak Kiai."

"Kenapa nggak balik ke kamar aja, minimal?"

Lihat selengkapnya