BAB 23
EVALUASI YAYASAN
Meski konferensi pers telah meredakan gejolak di permukaan, proses evaluasi resmi dari yayasan dan dinas terkait masih berlangsung selama beberapa minggu berikutnya. Tim evaluasi datang dua kali dalam sebulan, memeriksa berbagai aspek pengelolaan pesantren, mulai dari sistem pengawasan santri, prosedur penanganan konflik, hingga tata kelola keuangan program beasiswa.
Pak Kiai, dibantu Ustadz Arif dan beberapa pengurus senior, menyiapkan laporan menyeluruh yang mencakup kronologi kejadian, langkah-langkah penanganan yang telah diambil, hingga rencana perbaikan sistem ke depan, termasuk cetak biru program mentoring senior-junior yang diusulkan Kang Burhan, dan kerangka edukasi media sosial yang diusulkan di forum dialog terbuka.
Raka, meski tidak terlibat langsung dalam rapat-rapat formal itu, sesekali diminta memberikan keterangan tambahan oleh tim evaluasi, mengingat perannya sentral dalam mengungkap kebenaran di balik video viral.
"Kamu yakin nggak ada tekanan dari pihak pesantren supaya kamu bicara begini?" tanya salah satu anggota tim evaluasi, seorang bapak berkacamata dengan nada hati-hati, saat mewawancarai Raka di ruang tamu kantor Pak Kiai.
"Nggak ada, Pak," jawab Raka mantap. "Saya cerita apa adanya, karena saya sendiri yang ngalamin dari awal sampai akhir."
Wawancara semacam itu berlangsung beberapa kali, dengan pertanyaan yang kadang terasa menekan, seolah tim evaluasi ingin memastikan tidak ada kebenaran yang disembunyikan lagi setelah krisis kemarin. Raka memahami kehati-hatian itu, meski kadang terasa melelahkan harus mengulang cerita yang sama berkali-kali kepada orang berbeda.