SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #24

BAB 24 AYAH

BAB 24

AYAH

 

Raka menemukan Ayahnya berdiri kaku di halaman depan, di antara kerumunan yang perlahan mulai bubar setelah konferensi pers selesai. Wajah Ayahnya campur aduk, lega mendengar klarifikasi Pak Kiai barusan, tapi juga masih menyimpan ketegangan yang sama seperti yang Raka bayangkan sejak melihat mobil sedan hitam itu dari jendela.

"Ayah," Raka mendekat pelan.

Ayahnya berbalik, dan untuk sesaat mereka berdua hanya saling menatap, seperti dua orang yang punya banyak hal untuk dikatakan tapi tidak tahu harus mulai dari mana.

"Ayah dengar semuanya dari radio mobil, dalam perjalanan ke sini," kata Ayahnya akhirnya, suaranya lebih pelan dari yang Raka duga. "Katanya kamu yang dituduh macam,macam. Ayah langsung berangkat begitu dengar."

"Ayah mau jemput aku pulang?" tanya Raka, teringat kata-kata Fajar beberapa hari lalu soal wali santri yang mau menarik anak-anaknya.

Ayahnya terdiam, matanya menatap ke arah gerbang, ke arah bangunan pesantren yang sudah mulai kembali tenang setelah kerumunan wartawan mulai membubarkan diri.

"Awalnya, iya," Ayahnya mengakui jujur. "Ayah takut kamu kenapa-kenapa di sini. Takut nama baik kamu hancur karena sesuatu yang bahkan bukan salah kamu."

"Terus sekarang?"

Ayahnya menghela napas panjang, lalu menatap Raka lurus, tatapan yang jarang Raka lihat sejak dulu, campuran antara kekhawatiran seorang ayah dan sesuatu yang lebih dalam.

Lihat selengkapnya