SANTRI PINGGIRAN

Prasetya
Chapter #26

BAB 26 HARI RAYA DI TAPAN

BAB 26

HARI RAYA DI TAPAN

 

Ramadan kedua Raka di pesantren terasa berbeda dari yang pertama, bukan karena rutinitasnya berubah, tapi karena kali ini dia menjalaninya dengan hati yang jauh lebih tenang, jauh dari gejolak tuduhan dan kecurigaan yang mewarnai bulan-bulan sebelumnya.

Malam takbiran tiba dengan suasana yang belum pernah Raka rasakan sebelumnya. Alih-alih pulang ke rumah masing-masing seperti kebanyakan sekolah umum, sebagian santri yang berasal dari luar Jawa atau yang keluarganya tidak sempat menjemput memilih tetap tinggal di pesantren, merayakan Idul Fitri bersama, sama sebagai satu keluarga besar.

"Kau nggak pulang, La Ode?" tanya Raka, mendapati sahabatnya itu duduk di serambi masjid menjelang malam takbiran, matanya menerawang ke arah gelapnya sawah yang terbentang di luar pagar.

"Ongkos ke Sulawesi mahal, Raka. Setahun sekali aja pas libur panjang." La Ode tersenyum tipis, meski ada sedikit kerinduan yang tersembunyi di baliknya. "Lagipula, di sini juga sudah kayak keluarga."

Raka duduk di sebelahnya, ikut menatap kegelapan yang mulai dihiasi kelap-kelip lampu dari rumah-rumah warga desa yang mulai menyalakan obor untuk takbiran keliling.

Malam itu, gema takbir menggema dari masjid pesantren, bersahutan dengan suara takbir dari masjid-masjid kampung di sekitar Desa Tapan, dari arah barat terdengar sahutan dari Masjid Baiturrahman kampung sebelah, dari arah timur sayup-sayup terdengar pula dari mushola kecil dekat sungai. Para santri yang tinggal berkumpul di halaman, membawa obor bambu buatan sendiri, berjalan mengelilingi kompleks pesantren sambil melantunkan takbir bersama-sama, diiringi tabuhan bedug yang ditabuh bergantian oleh santri-santri kelas atas.

"Ini pertama kalinya aku ngerasain takbiran tanpa keluarga," gumam Raka pelan, lebih ke diri sendiri daripada ke La Ode. "Tapi anehnya, nggak sesedih yang aku kira."

"Karena kau sudah menemukan keluarga baru," jawab La Ode simpel, tapi tepat sasaran.

***

 

Lihat selengkapnya