Pintu lift hidrolik Tower Palem lantai dua puluh terbuka dengan sentakan mekanis yang kasar, memuntahkan dr. Aria Kirana dan Sastra Aska yang sedang memapah tubuh lunglai Boni masuk ke dalam koridor laboratorium. Bau menyengat dari larutan lisol, ozon, dan kloroform klinis langsung menyergap rongga hidung Sastra, berinteraksi secara destruktif dengan sisa bau belerang yang masih mengendap di reseptor olfaktorinya.
Sastra menyeret kaki kanannya yang mulai mengalami kram gelombang akibat penumpukan asam laktat ekstrim; hipoksia jaringan perifer telah mencapai stadium lanjut, memaksa otot-otot skeletalnya bekerja di bawah ambang batas toleransi biologis. Di bawah pendar lampu floresen lab yang memancarkan spektrum cahaya putih-dingin 6000 Kelvin, Sastra membaringkan Boni di atas meja periksa baja antikarat dengan presisi yang kaku.
Aria bergerak tanpa jeda satu detik pun, langsung memasang elektroda perak ke dada Boni untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung anak itu pada osiloskop. Sastra melangkah mundur, membiarkan punggungnya bersandar pada lemari arsip besi yang dingin demi menstabilkan takikardia ventrikulernya yang kini mulai melambat secara abnormal. Ada sebuah tanda klinis dari vagal overdrive yang mengancam akan menjatuhkannya ke dalam kondisi brakikardia sekunder atau asistol total.
Di tengah pandangan matanya yang diselimuti bintik-bintik skotoma hitam yang kian meluas, kemampuan fotografis absolut Sastra mengunci fokus pada sebuah monitor katoda setebal tiga puluh sentimeter di sudut meja kerja Aria. Di atas layar monitor yang berkedip dengan frekuensi enam puluh hertz itu, baris-baris kode biner nol dan satu yang terpancar dari mesin tik Continental di ruko bawah telah berhenti meluncur cepat.
Selubung sinyal itu berganti menjadi representasi grafis dari pemetaan arsitektur saraf. Otak fotografis Sastra yang sanggup mendekripsi data visual dalam hitungan milidetik langsung menangkap struktur dokumen yang terbuka di latar belakang sistem operasi lab tersebut. Itu adalah cetak biru rekam medis klinis tertulis dengan tajuk Protokol Enkapsulasi Memori: Subjek Sastra Aska. Di samping dokumen digital itu, bertumpuk beberapa lembar rontgen sefalometri dan foto pasca-operasi bedah rekonstruksi maksilofasial. Itu adalah berkas yang menampilkan penanaman pelat titanium pada fiksasi internal os zigomatikum dan os mandibula.
Mata Sastra merekam kode nomor seri manifes klinis yang tertera di sudut atas kertas foto tersebut: SK-057-AK. Angka lima puluh tujuh lagi-lagi kembali terukir secara paksa di dalam retinasinya. Numeral itu bertindak sebagai konfirmasi matematis atas semua kecurigaannya di bawah flyover. Sastra kini memegang bukti visual empiris bahwa dr. Aria Kirana adalah arsitek medis yang dengan sengaja meluluhlantakkan struktur antropometrik wajah aslinya sendiri demi membangun dinding pembatas klinis.