Satria si guru les

Rafli Maulana
Chapter #1

Prolog

Hari ini adalah hari-hari awal semester.


Aku duduk di pojok dekat jendela, saf kedua, tempat favoritku. Angin pagi yang sejuk masuk lewat celah jendela, membawa aroma khas buku pelajaran baru dan sedikit hembusan bunga melati dari taman sekolah. Dan seperti biasa, aku memulai jam pertama dengan menatap kosong ke papan tulis yang masih kosong sampai dia masuk.


Pintu kelas terbuka perlahan. Gadis itu melangkah masuk didampingi oleh wali kelas kami, dan suasana kelas langsung berubah. Kegaduhan mulai terdengar dan semua mata, termasuk milikku, tertuju padanya.

Rambutnya yang hitam panjang dibiarkan tergerai, membuatnya terlihat cantik. Tubuhnya ramping, seragamnya terpasang sempurna, tapi bukan itu yang paling menarik perhatianku: campuran rasa gugup, semangat, tekad, dan mungkin sedikit keterpaksaan. Entahlah, aku juga tidak yakin, soalnya aku sendiri sebenarnya tidak bisa menafsirkan ekspresi orang. Yang jelas, entah mengapa, ekspresi itu menarik bagiku.


Dia berhenti di depan kelas dan mulai berbicara.


"Nama saya Ambar. Saya baru pindah ke sini. Senang bertemu kalian semua."


Tidak ada yang berlebihan. Tidak ada suara gemetar atau kesalahan yang mencolok. Apalagi event pasaran komedi romantis seperti bertemu dengan kenalan atau terlibat dialog konyol dengan seseorang di kelas. Hanya ada kalimat sederhana, disampaikan dengan senyum manis yang tak kalah sederhana. Tapi entah kenapa, ia berhasil membuat kelas hening sesat, sebelum mulai riuh lagi.


Masih ada rona merah samar di pipinya, tetapi muncul senyum kecil seperti mengatakan bahwa dia bangga, senang atau mungkin lega sudah melewati momen itu.


Aku tidak sadar bahwa aku menatapnya terlalu lama, sampai Yadi, temanku yang duduk di belakang mencolek ku, "Apa? Tertarik, ya?" katanya sambil terkekeh.


"Sok tau, njir," gumamku sambil mengalihkan pandangan.


Tapi aku tidak bisa membohongi diri sendiri. Dia berbeda dari murid pindahan biasanya. Ada sesuatu tentangnya. Seperti seseorang yang sedang berusaha keras dan dengan tekat yang cukup kuat.


Lihat selengkapnya