Suatu hari di sebuah Sekolah bernama MI Nurul Huda, tepat saat jam istirahat berlangsung. Seorang siswi yang cantik, pintar, dan sedikit pemalu bernama Nura Khoirunnisa hendak beristirahat bersama teman-temannya. Saat itu ia bertemu dengan gurunya yaitu Pak Heri yang sedang mengobrol dengan seorang remaja laki-laki. Ia pun memberikan salam kepada Pak Heri.
Nura : "Assalamu'alaikum Pak" dengan wajah menunduk dan tersenyum tipis
Pak Heri : "Wa’alaikumussalam Nura. Eh sini dulu nak"
Nura dan temannya pun menghampiri gurunya.
Nura : "Iya, ada apa Pak ?"
Pak Heri : "Alhamdulillaah kamu dapat nilai paling tinggi ujian akhir pelajaran Bapak. Selamat ya. Nanti Bapak kasih kamu hadiah"
Nura : " Alhamdulillaah, Makasih Pak"
Pak Heri : "Iya sama-sama. Ya sudah silahkan selamat jajan dan selamat beristirahat"
Nura dan temannya pun bergegas pergi. Namun tanpa Nura sadari saat itu, laki-laki yang sedang mengobrol bersama gurunya pun ikut tersenyum seolah ikut bangga atas pencapaian Nura.
Keesokan harinya Nura dan teman-temannya sedang asyik mengobrol di kelas, tiba-tiba seorang teman lainnya datang menghampiri Nura.
Nurjanah : "Nura, nih ada titipan surat buat kamu" sambil memberikan selembar kertas
Nura : "Loh, surat apa ? buat aku ?" dengan wajah kaget dan bertanya-tanya
Nurjanah : "Iya, buat kamu. Tadi sepupu aku nitip katanya dari A Ahsan"
Di Nurul Huda, panggilan "Aa" (Bahasa Sunda) untuk kakak kelas laki-laki ataupun untuk laki-laki yang lebih tua umurnya itu memang sudah biasa.
Nura : " Ahsan siapa ? aku gak kenal dia" jawabnya tegas.
Nida : " Jangan-jangan A Ahsan anak Kepala Sekolah. Itu loh cucu nya Pak Kyai yang lagi Mondok di Tasikmalaya itu."
Nura : " Masa sih ? aku gak percaya"
Nida : "Ya sudah mending cepat buka suratnya, kita penasaran" dengan nada seolah mengejek Nura