Satu Cinta untuk Selamanya

Annisa Nur Adhaniyah
Chapter #1

Surat Pertama Nura

Suatu hari di sebuah Sekolah bernama MI Nurul Huda, tepat saat jam istirahat berlangsung. Seorang siswi yang cantik, pintar, dan sedikit pemalu bernama Nura Khoirunnisa hendak beristirahat bersama teman-temannya. Saat itu ia bertemu dengan gurunya yaitu Pak Heri yang sedang mengobrol dengan seorang remaja laki-laki. Ia pun memberikan salam kepada Pak Heri.

Nura : "Assalamu'alaikum Pak" dengan wajah menunduk dan tersenyum tipis

Pak Heri : "Wa’alaikumussalam Nura. Eh sini dulu nak"

Nura dan temannya pun menghampiri gurunya.

Nura : "Iya, ada apa Pak ?"

Pak Heri : "Alhamdulillaah kamu dapat nilai paling tinggi ujian akhir pelajaran Bapak. Selamat ya. Nanti Bapak kasih kamu hadiah"

Nura : " Alhamdulillaah, Makasih Pak"

Pak Heri : "Iya sama-sama. Ya sudah silahkan selamat jajan dan selamat beristirahat"

Nura dan temannya pun bergegas pergi. Namun tanpa Nura sadari saat itu, laki-laki yang sedang mengobrol bersama gurunya pun ikut tersenyum seolah ikut bangga atas pencapaian Nura.

Keesokan harinya Nura dan teman-temannya sedang asyik mengobrol di kelas, tiba-tiba seorang teman lainnya datang menghampiri Nura.

Nurjanah : "Nura, nih ada titipan surat buat kamu" sambil memberikan selembar kertas

Nura : "Loh, surat apa ? buat aku ?" dengan wajah kaget dan bertanya-tanya

Nurjanah : "Iya, buat kamu. Tadi sepupu aku nitip katanya dari A Ahsan"

Di Nurul Huda, panggilan "Aa" (Bahasa Sunda) untuk kakak kelas laki-laki ataupun untuk laki-laki yang lebih tua umurnya itu memang sudah biasa.

Nura : " Ahsan siapa ? aku gak kenal dia" jawabnya tegas.

Nida : " Jangan-jangan A Ahsan anak Kepala Sekolah. Itu loh cucu nya Pak Kyai yang lagi Mondok di Tasikmalaya itu."

Nura : " Masa sih ? aku gak percaya"

Nida : "Ya sudah mending cepat buka suratnya, kita penasaran" dengan nada seolah mengejek Nura

Lihat selengkapnya