Nura sudah duduk di bangku kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Huda. Di tempat mengaji pun ia sudah naik menjadi kelas Ulya. Beberapa bulan lagi ia akan menyelesaikan pendidikannya. Ahsan masih terus mendekati Nura meskipun hanya lewat sebatas pesan.
“Assalamu'alaikum, Nura," ucap Ahsan yang tiba-tiba mengirim pesan kepada Nura.
“Wa’alaikumussalam iya A, ada apa?” jawab Nura.
“Saya boleh minta sesuatu dari kamu?" tanya Ahsan.
“Minta sesuatu? apa itu A?” balas Nura dengan bertanya-tanya.
"Kalau boleh, Saya ingin kamu mengulurkan jilbabmu sampai menutup dada. Mungkin permintaan Saya terlihat aneh, tapi Saya hanya ingin menjagamu. Saya ingin bentuk tubuhmu tidak terlihat oleh laki-laki lain,” tutur Ahsan.
Entah mengapa hati Nura langsung tersentuh, ia merasakan perasaan sayang yang begitu dalam dari Ahsan.
“Insya Allah A saya akan lakukan itu. Terimakasih telah mengingatkan saya," balas Nura dengan perasaan haru.
“Terimakasih ya Nura, maaf kalau saya lancang. Jujur, saya hanya ingin menjagamu. Saya harap kamu bisa menutup auratmu dengan sempurna dan menjaganya untuk suamimu kelak."
“Insya Allah A, terimakasih atas perhatiannya," balas Nura dengan mengirimkan emoticon senyum.
Setelah itu setiap kali Nura pergi sekolah maupun mengaji, ia selalu mengulurkan jilbabnya sampai menutup dada, terkadang ia menggunakan hiasan bros bunga agar mempercantik tampilan jilbabnya.
Ahsan pun semakin kagum kepada Nura, ternyata ia sanggup menuruti permintaan Ahsan. Penampilan Nura semakin terlihat cantik dimata Ahsan dan Ahsan pun merasa lebih tenang.
-Setelah shalat maghrib di rumah Ahsan-
“Ahsan, kamu terlihat rapi sekali malam ini," ucap Ummi Ahsan memuji anaknya.
“Hehe, Ahsan kan mau ngajar santri, Mi,” jawab Ahsan.
"Tumben banget kamu ngaca dulu terus pakai minyak wangi segala lagi," goda Ummi Ahsan.
"Berarti Ahsan gak boleh nih terlihat ganteng dan rapi?" balas Ahsan membujuk Umminya.
"Kamu emangnya mau mengajar di kelas mana?”
"Ngajar di Kelas Ulya, Ummi,"
“Oh, pantas saja. Ummi tahu ini, pasti ada santri yang sedang kamu incar kan?” tanya Umminya yang terus menggoda Ahsan.
"Apa sih Ummi. Do’ain aja lah pokoknya,” jawab Ahsan dengan tersenyum malu.
"Yasudah, Ahsan pergi ngajar dulu ya, Mi. Assalamu'alaikum," ucap Ahsan sambil mencium tangan Umminya.
Ahsan pun pergi menuju kelas Ulya. Ia sangat bersemangat karena sekarang Nura sudah menjadi santri di kelas Ulya.
-Sesampainya di Kelas-
“Assalamu'alaikum,” ucap Ahsan sambil memasuki kelas.
“Wa’alaikumussalam," jawab semua santri.
Ahsan pun duduk di kursi guru dan menghadap kepada seluruh santri.
“Ehemm, baju biru" suara Yusuf memecahkan hening.
Sontak seluruh santri di kelas Ulya melirik Ahsan dan Nura yang ternyata mereka memakai baju dengan warna yang sama yaitu warna biru muda, warna kesukaan Nura.
“Ehemm, cie.. cie.. Ustadz dan Nura," teriak santri putri mencoba menggoda Ahsan dan Nura.
Ahsan dan Nura pun hanya bisa tertunduk malu, pipinya merah, dan hatinya berbunga-bunga. Mereka baru sadar ternyata baju mereka warnanya sama padahal tidak ada janjian sebelumya.
“Sudah.. sudah.. mari sekarang kita mulai mengajinya. Silahkan buka kitab kuningnya masing-masing,” ucap Ahsan mengalihkan perhatian para santrinya.
Setelah selesai mengaji Nura pun pulang ke rumahnya. Suasana malam hari di rumah nya selalu hangat. Seluruh anggota keluarga mengumpul di ruang tengah sambil menonton televisi.
“Ma, setelah lulus dari Madrasah Aliyah nanti, Nura pingin kuliah ya?" tutur Nura.
"Insya Allah, do’akan saja bapakmu banyak rezeki nya,” jawab Mamanya.
"Kirain Bapak, kamu mau langsung menikah dengan Ahsan,” sahut Bapak Nura mencoba menggodanya.
"Ih, Bapak ngomong apa sih. Nura kan pingin kuliah dulu,” jawab Nura dengan wajah kesal.
Beberapa bulan kemudian Nura sudah mulai sibuk melaksanakan ujian akhir di sekolahnya. Hari itu Nura mendapatkan tugas ujian praktek membuat sebuah video untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Nura merasa kesulitan karena ia kurang faham cara untuk mengedit sebuah video.
Tiba-tiba Ahsan mengirim pesan kepada Nura, seolah Ahsan tahu bahwa Nura sedang kesulitan.
“Assalamu'alaikum Nura, apa kamu sedang sibuk?" tanya Ahsan.
“Wa’alaikumussalam. Iya A, kebetulan saya sedang mengerjakan tugas ujian praktek Bahasa Indonesia," balas Nura.