Keesokan harinya, Nura pun bersiap-siap untuk menemani Mamanya ke Rumah Sakit. Saat melewati rumah Ahsan, tiba-tiba Nura mendengar suara dehaman seseorang dari atas.
“Ekhemm," sahut Ahsan dengan sengaja untuk mengalihkan perhatian Nura.
Nura pun menoleh keatas. Ia baru menyadari ternyata dari tadi ada Ahsan yang berada di teras lantai atas rumahnya sedang memperhatikan Nura sambil tersenyum. Nura pun menundukkan kembali pandangannya dengan salah tingkah.
“Assalamu'alaikum Nura. Kamu mau pergi kemana?" tanya Ahsan mengirim pesan ke handphonenya Nura.
"Wa’alaikumussalam. Saya mau ke Rumah Sakit A, mau temani Mama USG kehamilan," balas Nura sambil berjalan.
“Kenapa kamu gak bilang sama saya? saya kan bisa antar kamu dan Mama,” ucap Ahsan.
"Tidak apa-apa A, saya sudah pesan taksi online.”
"Ya sudah, kamu hati-hati ya Nura. Kabari saya kalau ada apa-apa.”
"Insya Allah A. Ini taksi nya sudah sampai, saya pergi dulu ya. Assalamu'alaikum.”
Sesampainya di rumah sakit, Nura menemani Mamanya masuk ke ruang pemeriksaan. Setelah proses USG selesai, Dokter pun menjelaskan hasilnya kepada Mama Nura, dan Nura pun ikut mendengarkan.
“Bu, kehamilan ibu sudah masuk di usia 6 bulan. Apa ibu tidak merasa bahwa ibu sedang hamil?” tanya Dokter.
Nura dan Mamanya terkejut karena mereka berpikir bahwa kehamilan Mama Nura baru masuk bulan awal.
"6 bulan Dok? tapi saya benar-benar baru cek satu bulan kemarin dengan tespek dan kalau tidak salah beberapa bulan kebelakang juga saya sempat haid,” jawab Mama Nura dengan tegas.
“Benar Bu, kehamilannya sudah menginjak 6 bulan dan bayinya pun sehat dan sempurna,” tutur Dokter.
"Masya Allah, Alhamdulillah... Ini benar-benar suatu keajaiban Ma,” ucap Nura
"Tetapi ada kabar buruknya Bu. Ibu tidak bisa melakukan persalinan secara normal karena usia Ibu yang sudah 40 tahun dan juga tekanan darah ibu yang cukup tinggi. Kalau dipaksakan normal, ini akan sangat beresiko bagi Ibu dan bayi nya.” Dokter berusaha menjelaskan kepada Nura dan Mamanya.
“Yasudah, tidak apa-apa Dok. Tetapi saya bisa lahiran pakai BPJS kan Dok?" tanya Mama Nura.
“Sangat bisa Bu, nanti pihak Rumah Sakit akan bantu. Tapi saya sarankan Ibu untuk melakukan persalinan Operasi Caesar di 2 minggu sebelum HPL ya Bu.”
Setelah selesai dari Rumah Sakit, Nura dan Mamanya pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Nura dan Mamanya menceritakan semua penjelasan dari Dokter kepada Bapak Nura. Semenjak itu mereka pun sibuk menyicil perlengkapan bayi karena tidak lama lagi Mama Nura akan segera melahirkan.
“Nura, bagaimna kondisi Mama dan calon adik kamu?" tanya Ahsan mengirim pesan kepada Nura.
“Alhamdulillah Mama dan calon adik bayi sehat. Kurang dari 3 bulan lagi, Mama akan melahirkan dengan operasi caesar,” jawab Nura.
Ahsan ikut terkejut mendengar hal itu. Nura pun menjelaskan semuanya kepada Ahsan.
Tiga bulan kemudian, Nura kembali menemani Mamanya pergi ke Rumah Sakit untuk cek laboratorium juga konsultasi dengan Dokter Kandungan.
-Di ruang pemeriksaan-
“Bu, hari ini juga Ibu sudah harus daftar rawat inap karena kita akan melaksanakan operasi caesar besok. Tekanan darah Ibu yang tinggi membuat pergerakan janin terganggu sehingga Ibu harus segera melahirkan,” ucap Dokter kembali membuat Nura dan Mama nya terkejut.
Nura pun cepat menelpon Bapaknya agar segera menyusul ke Rumah Sakit untuk membawakan bekal pakaian dan makanan untuk Mamanya.
Setelah mengurus pendaftaran dan mengambil hasil laboratorium, Mama Nura pun dipindahkan ke ruang rawat inap. Bapak Nura diminta untuk menemui Dokter, sedangkan Nura menemani Mamanya yang sudah terbaring di kasur pasien.
“Pak, tekanan darah istri Bapak tinggi tetapi hemoglobinnya rendah. Ini sangat berbahaya, dan kemungkinan setelah operasi istri Bapak akan mengalami pendarahan. Bapak harus menandatangai surat persetujuan ini untuk berjaga-jaga jika setelah operasi nanti istri Bapak harus menerima transfusi darah," ucap Dokter sambil menyodorkan sebuah kertas berisi surat persetujuan.
Bapak Nura pun menandatangi surat persetujuan itu lalu kembali menghampiri Nura dan Mamanya di ruang rawat inap. Bapak Nura meminta Nura agar pulang karena adik laki-lakinya yang pertama yang masih berusia 9 tahun tidak ada yang menjaganya di rumah. Nura juga diminta agar membersihkan rumah untuk menyambut Mamanya pulang nanti setelah melahirkan. Nura pun pulang ke rumahnya dengan menggunakan ojek online.
Keesokan harinya, Bapaknya menelpon Nura untuk memintanya agar segera datang ke Rumah Sakit. Setelah adiknya pergi sekolah, Nura pun segera bersiap untuk pergi.
Ketika melewati lapangan Pesantren Nurul Huda, Nura bertemu dengan Ahsan yang tengah menyalakan motornya bersiap untuk pergi ke Kampus.
“Nura, kamu mau pergi kemana?" tanya Ahsan kepada Nura yang berjalan melewatinya.
“Saya mau ke Rumah Sakit A, Bapak barusan nelpon katanya saya harus segera ke Rumah Sakit," jawab Nura dengan terburu-buru.
“Tunggu sebentar Nura, saya antar kamu ya sekalian saya mau pergi ke Kampus," ucap Ahsan mencoba menahan Nura.
“Tidak usah A, saya bisa sendiri. Lagi pula Rumah Sakit nya juga kan dekat." Nura menolak permintaan Ahsan.