Guru yang tak kunjung datang membuat kelas sangat riuh oleh kelakuan para siswa. Banyak hal yang dilakukan siswa yang membuat suasana kelas terasa bising.
Sementara itu di lorong kelas seorang guru yang merupakan wali kelas dari kelas sebelas di mana Putri dan Rangga berada di kelas itu terus berjalan dengan kedua tangan bertaut ke belakang. Sedangkan di belakangnya siswa baru mengikuti langkahnya.
Setelah beberapa lama berjalan, papan yang melekat di atas pintu bertuliskan IPA-2 sudah tampak. Sang guru pun masuk ke dalam kelas. Membuat para siswa yang masih bermain atau melakukan hal bising lainnya sontak menghentikan aktifitasnya. Segera duduk di tempatnya masing-masing.
Wali kelasnya berdiri di samping meja guru. Mengarahkan pandangannya menyapu kelas. Tak lama kemudian tersenyum ke arah murid-muridnya.
"Hari ini kalian akan mendapat teman baru," ujar wali kelas di depan yang sontak membuat beberapa siswa beradu pandang, membuat keriuhan kecil pun terjadi.
"Bapak harap kalian bisa menjadi rekan sekaligus teman yang baik yang membantunya menyesuaikan diri di tempat barunya ini," lanjut wali kelasnya di depan.
Para siswa sudah mulai penasaran. Ada yang mengarahkan pandangannya ke pintu masuk, ada pula yang menggosok-gosokkan telapak tangannya.
Tapi rasa penasaran itu tidak berlaku bagi Putri dan Maudi. Keduanya tampak tenang biasa-biasa saja.
Dan bagi Rangga itu bahkan tidak menimbulkan minat sedikit pun. Dia masih menelungkupkan kepalanya di meja menggunakan tumpuan tangannya.
"Sekarang masuklah!" Suruh guru di depan menoleh ke arah pintu. Meminta siswa baru yang menunggu di luar untuk segera masuk.
Siswa baru yang mendengar itu pun segera masuk.
Masuknya siswa baru sontak disambut riuh oleh para siswi. Menatapnya beberapa lama tanpa mengedip dengan wajah tampak sumringah dan senyum mengembang lebar.
"Wah, sekarang Rangga akan punya saingan."
"Benar, dia tidak kalah tampan dari Rangga,"
Bisik-bisik dari para siswi itu terdengar di teling Rangga. Namun meski begitu Rangga tetap tak terpengaruh. Bahkan dia tidak peduli. Rangga tetap bergeming dari posisinya tersebut.
Berbeda halnya dengan Putri.
Dia yang semula biasa-biasa saja dan tidak terlalu antusias sontak terkejut kala siswa baru itu masuk menampakan diri.
Keterkejutan yang justru disambut senyuman oleh siswa baru itu ke arahnya.
"Silahkan perkenalkan diri," lanjut guru di depan.
Siswa baru itu mengangguk sebelum menatap ke depan dan mulai memperkenalkan diri.