Seiring waktu berlalu, Lyana pun sadar dari komannya. Bu Ranti begitu senang karena melihat Putrinya mulai menggerakkan jemari tangannya. Ia segera memanggil dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
"Syukurlah, Nona Lyana sudah sadar, dan kondisinya semakin membaik," jelas Sang Dokter.
"Syukurlah... Aku sangat khawatir jika dia sampai tidak bangun lagi, tapi Tuhan masih memberikan kesempatan kedua," sahut Bu Ranti.
"Pasien belum boleh banyak bergerak, jadi jangan membuatnya shock ya Bu,"
"Baiklah, Dokter."
"Kami akan memindahkan Nona Lyana ke ruang rawat." Bu Ranti mengangguk sembari melihat mereka memindahkan ranjang Lyana ke tempat lain.
Sedangkan di tempat lain, Gian masih disuapi oleh Naomi karena Ibunya yang memintanya. Gian masih tidak bisa tenang sebelum mendengar Lyana kabar baik dari Lyana.
"Bagaimana Lyana? Apakah masih belum ada tanda-tanda dia sadar dari koma?"
"Ya gak tahu, semoga saja dia gak sadar selamanya biar kamu gak lagi mempedulikannya," sahut Bu Bella yang sudah muak karena Gian yang selalu saja mencari Lyana setiap hari padahal kondisinya juga masih sakit.
"Ssst, Tante jangan gitu," peringat Naomi sembari meletakkan satu jarinya ke bibir.
"Aku tahu, Mama gak suka sama Lyana, tapi please... kali ini saja, jangan pernah membuat mendoakan yang jelek pada Lyana," sahut Gian dengan tatapan mata berkaca-kaca.
"Terserah, Mama gak peduli!" Bu Bella pun meninggalkan ruangan Gian begitu saja karena kesal dengan Putranya itu.
Sementara Lyana masih mencoba menetralkan pandangan matanya, juga mengingat kejadian sebelum Ia kecelakaan. Sembari memegangi kepalanya, Ia berdesis.
"Ssshh, kenapa sakit sekali kepalaku?" Tanyanya yang tentu itu didengar oleh Ibunya.
"Kamu sudah sadar, Nak?" Lyana mengangguk.
"Apa yang terjadi padaku, Bu?"
"Kamu kecelakaan, sayang, dan baru kali ini kamu sadar dari koma setelah 2 hari,"
"Se lama itu ya aku tidur?" Sang Ibu mengangguk.
"Iya, Ibu sangat menunggu kamu sadar, sayang. Ibu takut terjadi hal yang tidak diinginkan." Ketika Lyana ingin mengubah posisi menjadi duduk, Ia merasakan sesuatu yang aneh, yaitu perutnya masih sedikit nyeri.
"Bu, apa yang terjadi dengan janin dalam kandunganku?"