Satu Rumah Dua Luka

Vebrian D. Langkai
Chapter #15

Epilog

Lima belas tahun berlalu.

Ujung gaun pengantin putih yang anggun menyapu lembut karpet merah di lorong gereja. Cahaya matahari pagi merembes lewat jendela kaca patri, membiaskan kilau hangat di sepanjang ruangan.

Di ambang pintu masuk, seorang anak perempuan berusia sembilan tahun bercagak gaun merah muda sibuk merapikan kelopak-kelopak bunga mawar di dalam keranjang kecilnya. Matanya yang bulat memancar binar polos. Nama anak itu Elvita—putri kecil Elang yang wajahnya mengingatkan siapa pun pada sosok almarhumah Elana.

Elang yang mengenakan setelan jas hitam elegan berlutut di hadapan putrinya. Ujung rambut di pelipis Elang kini sudah mulai memutih oleh uban, dan garis-garis kedewasaan terukir tegas di wajahnya.

"Elvita, ingat tugasnya?" bisik Elang sambil membenahi pita kecil di rambut Elvita.

Elvita mengangguk mantap sambil tersenyum lebar. "Ingat, Papa!

"Sebar bunga bunga pelan-pelan. Gak boleh lari-lari."

Elang tersenyum hangat, mengusap lembut pipi putrinya. "Pintar. Nanti auntie beliin es krim favorit Elvita."

Lihat selengkapnya