Satu-Satunya Sunyi

Zahid Paningrome
Chapter #5

Sunyi

Ada cerita yang sampai saat ini tak ada satupun orang yang bisa memastikan kebenarannya. Di bibir pantai Maron yang jorok dan penuh sampah, seorang perempuan dengan gaun putih selutut bermotif bunga di bagian atasnya tergeletak dan baru terlihat tubuhnya saat air mulai surut. 

Perempuan itu sempat tak sadarkan diri untuk beberapa saat, sampai akhirnya terbangun dan matahari menyilaukan matanya, ia seperti orang linglung namun sekaligus sama sekali tak kaget bahwa ia ada di sana. Dengan gerak-gerik yang terlampau lambat ia duduk di antara bebatuan dan sampah-sampah plastik yang desain kemasannya mulai pudar dan kecokelatan. Ia melihat ke segala arah, membersihkan pasir-pasir di kaki dan tangan.

Hanya kambing yang dibiarkan liar—makhluk hidup yang ia lihat di sana. Ombak tak terlalu besar, bahkan nyaris tenang, namun deburnya tetap terdengar kencang oleh batu-batu pemecah. Masih dengan gerak yang makin lambat, ia mencoba berdiri, pusing di kepalanya mulai mereda, ia tatap sekitarnya sekali lagi, matanya menyapu seluruh tempat, dan tak ada siapapun lagi. 

Awan mendung dan angin kencang sesekali menutupi matahari. Saat perempuan itu mulai bisa kokoh berdiri, ia mulai melangkah dengan hati-hati menuju jalanan tanah yang basah, tampaknya hujan belum lama reda. Perempuan itu memegangi perutnya yang besar, kata orang ia sedang mengandung tujuh bulan. 

Tanpa alas kaki, ia tertatih keluar dari Pantai Maron. Melewati padang ilalang, kandang-kandang kambing, kubangan air, dan tanah lapang luas yang dipenuhi truk-truk peti kemas yang terparkir sebelum sampai pada jalanan aspal dengan lalu lintas yang cukup padat. 

Kata orang tak pernah ada saksi yang melihat langsung perempuan itu. Dengan gaun putih selutut yang ujungnya mulai kecoklatan sebab air laut, tak mungkin tak ada yang melihat seseorang yang semencolok itu. Namun cerita itu tetap jadi buah bibir dari waktu ke waktu. Ada yang bilang perempuan itu adalah istri dari pegawai pemerintah yang ditemukan mati tanpa kepala di sekitaran Maron. Yang lain menganggap ia adalah korban penculikan ibu-ibu hamil yang berhasil selamat.

Lihat selengkapnya