Sayangnya Kamu

Junata Fan Dessi Sinaga
Chapter #5

Pemburuan Berikutnya

Sudah 3 hari semenjak kasus hilangnya barang Nikolas di Sekre, namun tetap saja belum ada kamajuan. Walau mereka sudah mencurigai Melitha, tetap saja mereka belum memiliki bukti. Kabar ini pun sudah terdengar di seluruh pengurus yang ada. Karena sudah tersebar luas, akhirnya Adrian memutuskan untuk mengumpulkan seluruh anggotanya untuk membahas ini.

“Jadi teman-teman sepertinya sudah tahu alasan kita berkumpul sekarang.” Kalimat yang terdengar sedikit ragu dari mulut Adrian.

“Kita mau dengar langsung dari yang bersangkutan aja Bang, boleh gak?” tanyanya seorang Anggota yang duduk di sebelah Jevika memakai kaos coklat, Yanti namanya.

“Boleh aja. Silahkan Nikolas kamu cerita.” pinta sang ketua.

“Jadi saya memang ada simpan uang proposal sama kamera itu lemari sini di Sabtu Sore sebelum kita ke tempat Joanne. Pas Seninnya saya dan beberapa teman yang lain mau rapat, ternyata semua barang-barangnya sudah gak ada. Kami sudah cek pintu dan Jendela untuk mencari tanda-tanda pencurian, tapi gak ada juga.” Jelas Nikolas.

“Terus alasan Abang ninggalin barang berharga itu di sekre apa?” Sewot pria berkacamata dari arah pojok pintu.

“Kemarin kita udah buru-buru berangkat, jadi saya gak sempat buat balik ke rumah. Karena saya takut kenapa-kenapa di jalan, jadi saya tinggalin aja barang-barangnya disini. Karena menurut saya sekre ini aman.” Jawab tegas Nikolas.

“Bukan gitu bang, kalau beginikan jadi kita semua yang tertuduh. Gak enaklah main tuduh-tuduhan.” jawab balik pria berkacamata itu.

“Eh Yos, kita ini gak ada tuduh-tuduhan ya. Yang ada kita cuma nanyain yang pegang kunci aja. Kan wajar kita tanya karena mereka yang punya akses ke sekre.” Kali Joanne dengan nada yang tak kalah ketus menyahuti Yosua si pria berkacamata.

“Sudah-sudah kalian jangan ribut. Disini gak ada yang saling menuduh. Saya sendiri yang suruh mereka menanyai siapa saja yang pegang kunci, biar kita tau ini letak titik terangnya.” Ucap Adrian menengahi.

Siang itu mereka berdiskusi cukup panjang. Tentu dibumbui dengan pro dan kontra antar pengurus. Walau sudah diskusi panjang, tetap saja mereka tidak dapat menarik kesimpulan siapa pelakunya.

**

Hari berganti malam, Jevika mengistirahatkan dirinya di kasur yang empuk. Cukup lelah ia hari ini, karena selain rapat dia juga ada kegiatan lain setelahnya. Saat sedang asik rebahan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan teriakan adiknya.

“Kak, ada yang cari.” kalimat itu yang ia dengar dari balik pintu. Segera Jevika merapikan dirinya dan menemui orang yang datang itu.

“Alex?” tanya Jevika heran. Pasalnya ia tak ada janji temu dengan Alex, bahkan mereka saja tidak ada bertukar pesan untuk memberitahukan jika ingin datang.

“Ia kak, maaf ya ganggu malam-malam.” Jawabnya dengan santun.

Alex itu adik tingkatnya di Kampus. Kalau kalian ingat tentang Nikolas yang frustasi karena isi kamera yang hilang itu banyak foto-foto Alex yang Jevika ambil saat menjadi seksi dokumentasi dia acara Kampus.

“Ia santai aja. Duduk dulu yuk.” Ajak Jevika sambil mendudukan dirinya juga

“Ini kak, saya mau balikin buku yang kemarin saya pinjam.” Ucapnya sambil mengeluarkan buku persampul hijau itu.

“Oh ini ya? Cepat banget kamu pakenya.”

“Iya kak udah aku fotocopy sekalian jadi gak bolak-balik kak.” Jelasnya dengan santun.

Lihat selengkapnya