Sayangnya Kamu

Junata Fan Dessi Sinaga
Chapter #6

Jevika Galau

Jevika baru saja merebahkan tubuhnya. Setengah jam yang lalu ia baru saja pulang usai bermain bersama teman-temannya. Ponselnya di letakan diatas meja belajar, ia putuskan tak menunggu pesan balasan dari kekasihnya. Ponsel itu dibiarkan begitu saja dengan mode dnd.

“Apa seharusnya perjodohan ini tidak terjadi ya?” monolog Jevika sambil memandang langit-langit kamarnya. Tiba-tiba saja air mata Jevika membasih pipinya, ia sedih, kecewa, marah dan gelisah.

Ia sedih karena tak mendapat balasan dari kekasihnya.

Ia kecewa karena mengiyakan tawaran Alex untuk mengantarnya.

Ia marah karena tak dapat mengontrol perasaannya sendiri.

Ia gelisah karena melihat kedekatan Pinkan dan kekasihnya.

Disaat-saat seperti ini Jevika sering berpikiran jika perjodohan ini tidak terjadi mungkin kekasihnya itu sudah bisa memilih wanita lain untuk dijadikan pasangan sesuai dengan kriteria yang dia suka. Bukan wanita seperti dirinya.

Andre namanya.

Malam itu ia biarkan berlalu dengan overthinking di kepalanya.

**

Ketukan pintu membangunkan Jevika dari tidurnya. Ia melihat benda bulan yang tergantung di atas pintunya, sudah jam 7 pagi ternyata.

“Kenapa?” Tanya Jevika sembari membukan pintu.

“Anterin ke kampus dong. Kelasku di pindah ke jam 8.” Pinta adiknya.

“Siap-siap dulu.” Jawab Jevika dengan suara serak khas bangun tidurnya.

Butuh waktu 30 menit Jevika bersiap-siap karena ia juga ada kelas di jam setengah sepuluh nanti. Ia mengeluarkan sepada motor kebanggan miliknya itu, sembari di panasi ia menyantap selembar roti tawar yang di berinya selai Srikaya.

“Hp mu ketinggalan di meja.” Adiknya menyodorkan ponsel yang terletak di meja belajar tadi malam.

Ia memeriksa apa ada pesan yang masuk, dan hasilnya NIHIL. Tak ada pesan sama sekali. Kembali ia masukan ponsel itu kedalam saku tasnya dan bersiap untuk pergi.

Jarak rumah dengan kampusnya hanya 10 menit. Dan kampus adiknya juga kebetulan terletak di samping jadi bisa sekali jalan saja.

Lihat selengkapnya