Sayat

Eve Shi
Chapter #16

16. Ranjau

Pagi di hari sidang skripsi membawa kejutan kecil: pesan dari Vi. Aku duduk tegak di tempat tidur, menyipitkan mata pada ikon LINE di sudut kiri atas layar. Benarkah Vi mengirim pesan terlebih dulu? Atau ini jawaban yang tertunda?

Isi pesan itu emoji semanggi berdaun empat serta ucapan Good luck! You got this. Pendek saja, tapi membuat mataku berkaca-kaca. Di satu sisi, aku gembira Vi menyisihkan waktu untuk memberiku semangat. Bisa saja dia menunggu aku mengabarinya terlebih dulu. Pada saat yang sama, pesan Vi bagai tikaman kecil di dadaku.

Dia dirundung malu begitu besar sehingga tak punya muka untuk meneruskan kuliah. Setelah pamit pada kampusnya, Vi berangkat ke Surabaya. Wisuda tinggal angan-angan bagi kakak kembarku. Demi impian Vi yang karam, aku siap berjuang dengan segenap daya pada sidang nanti.

 

KRIS: Makasih. Lo, Mama, dan Papa nggak bakal kecewa sama nilai sidang skripsi. Gue janji.

 

Kejutan kecil kedua: dinginnya sikap orang tuaku sedikit lumer. Mama mengecup dahiku, persis kebiasaan beliau bila aku menempuh ujian semasa SD. Papa berkata, "Beri tahu nilaimu begitu diumumkan," lalu merangkulku. Aku berangkat ke kampus dengan hati lapang dan siap menyongsong ujian skripsi.

***

Kantin penuh sesak oleh calon-calon peserta sidang dari angkatanku. Angkatan atas didahulukan dan sedang menjalani sidang. Kebanyakan mahasiswa membaca ulang materi skripsi, sebagiannya sambil mengudap jajanan. Aku berbaur dengan teman-teman satu prodi yang memilih kegiatan kedua. Kami berbagi sepiring besar gorengan—tahu isi, ubi, pisang goreng—dan semangkuk sambal.

Lihat selengkapnya