Sayat

Eve Shi
Chapter #18

18. Dari Kota Lain

Sidang skripsiku dan Yola sama-sama diganjar nilai A, salah satu hal positif pada hari ini. Kami hanya sempat bersyukur selintas akibat sibuk memberikan keterangan pada polisi. Hari mulai sore saat aku pulang dengan taksi online, terlalu letih untuk naik transportasi umum.

Hingga larut malam, aku menghimpun kepingan-kepingan berita insiden itu dari internet. Dari KTP-nya, cowok yang tertabrak itu diketahui bernama Faisal. Dia mahasiswa tahun kedua di universitas swasta—bukan di Jakarta, melainkan Bogor.

Pengemudi mobil yang menabrak Faisal menawarkan diri untuk membawa dia ke rumah sakit. Ini hal positif kedua yang melipur aku dan Yola: si pengemudi tidak dihakimi massa, dan karenanya mengurangi beban batin kami. Semua orang tahu si pengemudi menyetir mobilnya sesuai aturan. Kecelakaan ini diakibatkan Faisal menerobos arus lalu lintas.

Selama Yola memberi keterangan di kantor polisi, aku mendampinginya. Kami duduk di depan petugas polisi yang mencatat di komputer. Sambil sesekali gemetar, Yola bertutur.

Seusai sidang skripsi, dia menuju gerbang universitas dengan riang. Sidang lancar jaya!!! tulisnya dalam status media sosial. Ini lagi keluar kampus, ganti suasana sambil nunggu pengumuman nilai.

Setibanya di trotoar depan kampus, Yola terkesiap. Faisal sedang berdiri di tepi trotoar. Begitu Yola keluar gerbang, cowok itu menghampirinya.

"Tiga kali dia datangi saya," bisik Yola. "Dekat rumah kos, di kampus, dan dekat rumah orang tua. Saya ... nggak kenal dia, saya takut."

Faisal pasti mengetahui lokasi Yola dari status media sosialnya kemarin: Sidang skripsi sampai siang besok. Gue siap! Bulu kuduk Yola meremang—bodohnya dia, tidak menggembok akunnya sejak dikuntit! Ketika Faisal mendekat, Yola melompat dari trotoar dan mendarat di jalan raya.

Kaget, Faisal berseru, "Awas!" Hanya satu sepeda motor dan satu mobil yang sedang lewat, tapi Yola tetap dalam bahaya, sebab dia berlari tanpa menengok kanan-kiri.

"Saya segitu takutnya sampai nggak peduli apa-apa lagi." Yola mengaku pada polisi. "Pikiran saya cuma satu, harus lolos dari dia. Tapi, di tengah jalan, saya tiba-tiba sadar jalanan nggak sesepi tadi."

Dua mobil melaju kencang dan lurus ke arah Yola. Lumpuh akibat ngeri, dia terpaku di tempat. Pada saat bersamaan, Faisal mendorongnya sekuat tenaga. Yola terpental keluar jalur mobil, sementara Faisal tertabrak sedan abu-abu. Polisi meminta keterangan pada seorang pejalan kaki yang menyaksikan insiden ini, dan pernyataannya kurang lebih sama.

Sejauh ini kasusnya cukup gamblang. Faisal menguntit Yola, entah dengan alasan apa. Akibatnya, cowok itu tertabrak mobil. Apabila siuman, dia akan ditanyai secara intensif.

Akhirnya polisi mempersilakan Yola pulang. Sewaktu-waktu, jika perlu, dia akan dimintai keterangan lanjutan. Jam makan siang sudah berlalu dan perut kami keroncongan, maka aku dan Yola mampir di sebuah restoran kecil.

Lihat selengkapnya