Sayat

Eve Shi
Chapter #21

21. Seharian Menghilang

"Kris?"

"La!" seruku. "Buset, dari mana aja? Udah dua hari lo kayak hilang dari muka bumi. Iya, gue kasih lo space supaya tenang, tapi ini kelamaan!"

Di layar ponsel, Yola tertawa gugup. "Ngg, space yang gue butuhin ternyata melebihi perkiraan. Habisnya, gue lumayan shock gara-gara kecelakaan itu."

"Oh. Gitu." Benakku memutar ulang kata-kataku barusan, dan aku malu sendiri oleh letupan emosiku. "Sori gue marah-marah."

"No problem. Mestinya gue juga nggak hilang gitu aja."

Sepanjang siang dan sore tadi, aku benar-benar menginsafi statusku yang penganggur. Setiap hari aku seumpama gabus terapung-apung di air bernama jam bebas. Semua hiburanku berbasis internet—media sosial, serial drama dan variety show, game—hingga tak terikat jadwal. Sementara itu, banyak temanku sudah bekerja, bahkan merintis usaha secara patungan. Aku sampai iri pada Vi yang ikut mengelola bisnis Oma.

Lelah akibat tak melakukan apa-apa, aku tidur sesudah makan malam. Pukul sebelas kurang, aku mendusin dan pergi ke kamar mandi. Sekembalinya aku ke kamar, datang pesan baru dari Yola: Masih bangun? Ngomong lewat video call bisa? Kontan aku menyalakan LINE dan mengirim stiker muka ditekuk: Bisa.

"Hari Jumat gue nongkrong di Fun 'n Fluff, main sambil bantuin staf," lanjut Yola. "Malam ini udah jauh lebih tenang. Lo khawatir, ya? Sori."

"Dikit. Soalnya ini bukan kelakuan lo banget. Radio silence, nggak ada status medsos atau pesan. Gue sampai mikir lo-nya kenapa-kenapa."

"Mmm, gue sekarang baikan, kok. Asal nggak harus berurusan lagi sama si penguntit."

Lihat selengkapnya