Searching for destiny

Rina Indie
Chapter #6

It is mistakes to look too far a head. Only one link chain of destiny can be handled at the time Winston Churchill


Tapi bagaimana mencarinya pikir Jane bingung. Tadi dia bicara gagah berani. Tapi kini dia gentar. Dia tidak tahu apa apa tentang sang pangeran. Wajahnya saja tidak tahu. Mungkin benar kata Thomas itu mustahil. Tapi bukan sifat Jane untuk menyerah. Apalagi dia tidak mau mengaku kalah. Jadi Jane mulai berpikir dan berpikir dan berpikir terus sampai tiba tiba dia ingat pada satu hal. Dia pernah membaca buku detektif. Dia lupa judulnya. Tapi dalam buku itu dikatakan untuk menangkap perampok perhiasan maka detektif terlebih dulu harus mengumpulkan petunjuk petunjuk yang berkaitan dengan perampokan. Misal apa yang dicuri, jam berapa pencurian terjadi, siapa yang ada di sana dan sebagainya. Semua informasi itu nanti akan dikumpulkan dan di telusuri sampai diketahui siapa pelakunya. Aku bisa menggunakan cara itu pikir Jane.

Jane segera mengambil kertas. Ia langsung mencatat semua yang ia ingat tentang mimpinya. Pertama ruangan penuh berlian. Kedua lamaran. Ketiga seorang laki laki dan perempuan. Keempat laki laki itu memanggilnya Jane. Jane membaca apa yang ditulisnya. Tidak banyak informasi di sana. Huff Jane menghela nafas. Ini benar benar berat untuk ditanggung anak kecil. Tapi… tidak menikah dengan pangeran lebih berat lagi, batinnya cemas. Untuk bertanya pada mummy atau daddy dia merasa malu. Ayo berpikir lebih keras lagi, bujuknya pada dirinya sendiri. Mungkin ada petunjuk yang terlewat. Di lihatnya tulisannya lekat lekat. Dia pun melihatnya. Sepele tapi bisa saja berguna. Dia segera membuat tulisan baru. Pertama ruangan penuh berlian, kedua di lamar dalam bahasa Inggris, ketiga laki laki berkulit coklat. Hmm Jane membaca lagi apa yang di tulisnya. Tetap tidak banyak informasi. Tapi kenyataannya cuma ini yang dia punya. Ruangan berlian, laki laki berkulit coklat dan bahasa Inggris. Benar benar sulit. Dia tidak tahu apa apa tentang ruangan yang penuh dengan berlian. Laki laki berkulit coklat ada banyak di dunia. Di Indonesia pun ada. Lalu bahasa Inggris……Jane tersentak. Dia tahu ini. Ayahnya bule. Ibunya mantan guru bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah hal yang diketahuinya. Mungkin dia tidak tahu ruangan penuh berlian ada di mana, tidak tahu siapa laki laki asing yang melamarnya. Tapi bahasa Inggris dia tahu. Setidaknya bisa dia kuasai jika dia mau belajar lebih serius. Itu yang selalu diinginkan ibu. Bahasa Inggris adalah bahasa dunia. Jika dia mempelajari dengan baik maka saat dia dewasa nanti dia akan bisa bicara dengan laki laki itu tak peduli dari negara mana dia berasal. Benar, tekad Jane. Saat ini cuma ini yang bisa ku lakukan. Nanti bila sudah dewasa dia bisa beralih ke tahap berikutnya. One step at the time, itulah caranya.


Lihat selengkapnya