SEBAIKNYA KAMU LARI

ken fauzy
Chapter #1

BAB 1. KITA ADALAH ATURAN

“Hey bangun! Bangun! Bangun semuaaa!!!”

Teriakan di tengah malam itu membangunkan semua yang sedang terlelap.

“Ayo bangun pemalas!!” teriak salah seorang gadis bertubuh tinggi bertahi lalat di pipi dan memakai jaket almamater berwarna kuning biru pada seorang gadis yang sedang mengucek-ngucek matanya. “Bangun! Bangun! Cepat pakai sepatu kalian, pakai papan nama kalian dan berkumpul di lapangan!! Cepat!” teriak gadis lainnya yang bertubuh besar dengan jaket kuning biru juga. Gadis-gadis yang baru bangun tidur itu segera keluar dari tenda-tenda mereka dengan terhuyung-huyung karena masih mengantuk.

Salah satu dari mereka mengambil jaket tetapi gadis yang berjaket kuning biru dengan rambut berwarna pirang segera merebut jaket itu dan berteriak di depan wajahnya, “Ga usah pake jaket!!” Gadis yang mengambil jaket memprotes, “Tapi di luar tenda dingin Kak, ini tengah malam juga!” Gadis berambut pirang itu berdecak dan menggeleng seraya bergumam kesal, “Si Bangsat ini mau melawan gue.” Ia lalu mendekatkan wajahnya pada gadis itu. “Lo mau melawan perintah gue heh Bangsat??” geramnya. Beberapa gadis berjaket kuning biru datang menghampiri mereka. “Ada apa ini?!” tanya salah satu gadis yang bertubuh tinggi bertahi lalat.

Mereka mengepung gadis yang tadi mengambil jaket.

Melihat situasi tidak menguntungkan buat dirinya, gadis yang tadi akan mengambil jaket itu menunduk, berkata, “Ga ada apa-apa Kak ….”

Gadis berambut pirang tadi mendekat dan bicara dengan suara menekan di depan wajahnya, “Kalau ga ada apa-apa, sekarang lo baris sama temen-temen lo di lapangan!” Gadis itu mengangguk dan akan berjalan tetapi lengannya ditarik oleh gadis berambut pirang itu lagi yang melirik papan nama gadis tersebut di dada dan berbisik di telinganya, “Nama lo, Anggi … ok, Anggi, gue akan awasi lo, jangan macam-macam sama gue.” Intonasinya terdengar mengancam.

Gadis itu, Anggi, hanya diam mendengarnya.

“Sudah pergi sana!” sentaknya, Anggi pun bergabung dengan gadis-gadis lainnya yang telah berkumpul di lapangan. Ia berdiri di sebelah gadis dengan rambut berponi yang melipat tangannya di dada gemetar kedinginan.

“Gila lo Nggi, jangan ngelawan sama senior kali, kita mah nurut aja,” bisik si gadis berponi setelah melihat kejadian tadi. “Ga gitu Din, kalau mereka keterlaluan ya kita lawanlah,” balas bisik Anggi pada temannya yang berponi itu, Dina namanya.

“Heh semua berbaris yang rapi, jangan pada ngobrol! Cepat! Cepat!” teriak gadis berambut pirang. Para gadis senior yang berjaket kuning biru segera menarik secara kasar lengan para gadis yang berhimpitan kedinginan itu untuk mengaturnya dalam barisan-barisan terpisah. Setelah mereka berbaris maka berdirilah para gadis berjaket kuning biru itu di hadapan mereka.

“Selamat malam gadis-gadis lemah!” teriak gadis bertubuh besar tadi, “selamat datang di malam pertama kalian di orientasi Sekolah Menengah Kejuruan Tekhnik Industri khusus perempuan! Malam ini kita akan berkenalan … kalian lihat yang berdiri di depan kalian ini dengan jaket berwarna kuning biru? Kita adalah kakel kalian! Kita adalah kakak kelas kalian! Kalian harus hormat sama kita! Kenapa? Karena kita adalah binatang buas, pemangsa … dan kalian adalah buruan, yang dimangsa!”

“Kalian masuk ke dalam sekolah ini maka wajib mengikuti masa orientasi selama tiga hari ke depan! Jadi, selama tiga hari ke depan kalian adalah milik kami!” lanjut gadis bertubuh besar itu dengan suaranya yang keras.

Anggi memperhatikan satu persatu kakel yang berdiri di depan mereka itu.

“Gue adalah ketua acara orientasi ini, panggil gue, Boba … itu wakil gue (menunjuk pada gadis berambut pirang) namanya Kak Evelyn … kalian jangan main-main sama beliau … ga cuma gigit, beliau juga bisa mengoyak kalian! … Kalau yang tinggi bertahi lalat di pipi, namanya Kak Ovi, hati-hati sama beliau, beliau ga kenal sama kata-kata ga tega, di kamusnya tidak ada kata empati!”

“Dan yang lainnya,” Boba menunjuk pada 10 orang sisa kakel lainnya, “mereka ga kalah buas dengan kami, jadi jangan harap kalian akan mendapat perlindungan, di sini ga ada julukan ‘kakak yang baik hati’ di sini hanya ada ‘kating gila yang ga kenal kasihan’ hahaha.”

Lihat selengkapnya