SEBAIKNYA KAMU LARI

ken fauzy
Chapter #8

BAB 8. RENCANA BUSUK

Api unggun di tengah lapangan telah menyala besar.

Semua siswi baru telah berkumpul membentuk setengah lingkaran di depan api unggun sedang para kakel mereka berdiri berseberangan di hadapan mereka. “Selamat malam para siswi baru yang sudah ga lagi lemah! Selamat kalian telah berhasil melalui masa orientasi ini dengan baik!” seru Boba pada siswi-siswi baru yang masih tampak tegang itu.

“Hey mana tepuk tangannya?” tanya Ovi.

Setelah diingatkan maka para siswi baru itu baru bertepuk tangan. 

“Hahaha, kenapa kalian tegang? Kalian pikir kami masih akan menguji kalian ya? Tenang malam ini tidak ada lagi ujian, malam ini saatnya kita bersenang-senang!!” teriak Boba. Setelah mendengar ucapan Boba para siswi baru itu bernafas lega dan berteriak gembira. “Akhirnya semua berakhir Nggi! Yeaay!” sorak Dina seraya merangkul bahu Anggi. Anggi meringis sakit dalam rangkulan Dina.

“Tenang! Tenang! Dengar dulu … sebelum kita mulai acara senang-senangnya, kami ingin mengucapkan, selamat datang di persaudaraan sesama saudari di satu jurusan! Kalian luar biasa!” teriak Boba diikuti tepuk tangan dari para kakel.

Para siswi baru itu tersenyum bangga.

“Dan seperti janji kami, malam ini kami akan memberikan penghargaan untuk kalian yang telah berhasil survive di permainan semalam. Pertama-tama kami panggil untuk maju ke depan sini, Anggita! Ayo maju,” panggil Boba.

“Hah, beneran ada penghargaannya? Kirain becanda,” gumam Anggi terkejut namanya dipanggil. “Udah maju sana … buruan,” dorong Dina tertawa. Anggi melangkah maju diiringi tepuk tangan para kakel juga rekan seangkatannya.

Boba, Ovi dan Evelyn menyambut Anggi, memeluknya. Anggi cukup kaget juga melihat perubahan perlakuan mereka yang sebelumnya begitu kasar, ia pun tersenyum. Evelyn memasangkan sebuah bros berbentuk mawar kecil di jaketnya sembari berkata, “Ga semuanya dapat bros ini … jadi lo harus bangga Nggi.”

Anggi baru tersadar setelah melihat memang tidak semua kakel memakai bros mawar ini. “Ini hanya untuk orang-orang tangguh … selamat ya!” rangkul Evelyn lalu menepu-nepuk bahu Anggi disusul Ovi dan Boba.

“Ok, selanjutnya, gue panggil untuk maju ke depan … Dina!” teriak Boba.

Dina tampak sumringah, dengan cepat ia sudah berada di depan dan bros mawar itu pun disematkan di dadanya. Dina terlihat bangga. Kemudian Boba memanggil tiga nama lainnya untuk menerima penghargaan tersebut.

“Baiklah, acara penghargaan telah selesai … sekarang waktunya party!! Keluarkan pestanya Gaes!” seru Boba pada rekan-rekannya. Maka para kakel berjaket kuning biru itu mengeluarkan alat pemutar musik dengan kotak pengeras suaranya dan meletakkannya di atas meja.

“Apakah itu diperbolehkan di tempat perkemahan seperti ini?” tanya Anggi pada Dina. “Hey Nggi, relax … masa orientasi udah lewat, yang penting sekarang kita having fun!” jawab Dina. Para kakel itu pun mengeluarkan minuman-minuman soda berkaleng-kaleng beserta makanan ringannya.

“Pesta dimulai!!” teriak Boba disambut sorak-sorai semuanya.

Lihat selengkapnya