SEBAIKNYA KAMU LARI

ken fauzy
Chapter #11

BAB 11. AUTOPSI MENGEJUTKAN

Ovi menekan leher Dina dengan lengan kanannya.

“Diam!” hardik Ovi.

“Ta, tapi Kak … ga bolehkah saya bersedih karena kehilangan teman yang sangat baik?” lirih Dina dengan pipi yang berlinang airmata. “Boleh tapi ga perlu lebay! Pake manggil-manggil namanya pula!” sambung Ovi lagi. Kemudian muncul Evelyn dari dalam rumah sakit menghampiri mereka yang sedang berada di parkiran mobil.

“Udah Vi … biarkan si Poni ini berduka dulu,” ujar Evelyn menarik lengan Ovi dari leher Dina. Boba hanya berdiri diam melihat itu semua.

Dina mengusap air matanya. Evelyn berdiri di samping Dina lalu merangkul bahunya. “Din … bukan lo aja yang bersedih kok … kita semua juga … gue, Ovi dan Boba … kakel yang lain juga … kita semua ‘kan satu sisterhood … tapi apa yang terjadi, itu semua musibah … kecelakaan,” ucap Evelyn.

Dina melirik pada Evelyn lalu menatap Ovi lalu Boba yang seketika menunduk.

“Anggi bisa tertolong kalau semalam kita cepat menghubungi ambulan,” ucap Dina menyesali.

Evelyn mengangguk, “Ya lo bener … tapi ajal ga ada yang tahu Din.”

Dina terdiam.

“Din … pesen gue, apa yang terjadi semalam di sana, tinggalkan di sana. Ga perlu diceritakan pada siapa pun, apalagi sama keluarga Anggi, kasihan keluarganya sedang berduka dan kasihan juga sama Anggi, biarkan dia tenang di sana,” lanjut Evelyn.

“Tapi Kak---“

“Dina, udah deh … cukup Anggi aja yang ga nurut, lo jangan ikut-ikutan, lo tahu ‘kan akibatnya kalau ga nurut? Terbujur kaku di kamar mayat,” bisik Evelyn lembut tapi menekan.

Dina menelan ludah mengangguk, “Sekarang, boleh saya pergi Kak?”

Evelyn mengusap-ngusap kepala Dina, mengangguk.

Dina melangkah menjauh.

“Hey Din!” panggil Ovi. Dina menoleh lalu Ovi memberi tanda dengan jemarinya yang melakukan gerakan mengunci di depan mulutnya lalu dengan telunjuknya menggaris lehernya. Dina tahu arti gerakan itu, ia hanya mengangguk dan pergi.

“Lihat apa yang telah kalian lakukan! Kalian kacau!” cetus Boba setelah Dina pergi. Evelyn mendekati Boba, berkata, “Turunkan suara lo Ba! Dan ingat, lo juga kacau, ini bukan gue dan Ovi doang, lo juga terlibat!”

Boba menggeleng, “Ga Ev … gue ga terlibat! Gue sudah mengingatkan kalian! Pil yang kalian masukkan ke dalam soda itu, itu yang membuat nyawa Anggi melayang!”

“Brengsek!” umpat Ovi seraya mendorong Boba dengan kesal, “jadi lo mau lepas tangan gitu aja Ba?!” Boba mengerutkan kening, “Lepas tangan? Bahkan gue ga campur tangan dengan semua yang kalian lakukan itu! Ini masalah kalian! Bukan gue!”

“Ba! Kita terlibat di sini bersama-sama! Ingat janji persaudarian kita?” tegas Evelyn.

“Gue inget … tapi gue tidak bersumpah untuk setia kawan dalam tindakan yang menghilangkan nyawa orang lain! Kalau sekolah melakukan penyelidikan atas hal ini, dan gue yakin mereka memang akan melakukan penyelidikan ini … dan mengetahui keterlibatan kalian, maka kelar sekolah kalian! Bisa jadi kalian pun masuk penjara!” cerocos Boba.

“Ga … asalkan lo tutup mulut!” sahut Ovi.

Lihat selengkapnya