Tiba-tiba.
Sebuah tempat sampah dari stainless steel menghantam punggung Ovi dari belakang. Ovi berteriak sambil berdiri terhuyung-huyung. “Anjing, siapa yang ngelempar gue pake tempat sampah?!” teriaknya marah.
Ia terkejut melihat Boba berdiri di belakangnya. “Lo Ba?” ucap Ovi tak percaya. Kesempatan itu digunakan Agni untuk menendang Ovi. Tendangan itu mengenai perut, membuat Ovi jatuh terjengkang ke belakang. Kepalanya menghantam pintu toilet.
Agni menatap Boba yang memberi tanda untuk mengejar Evelyn. Agni pun segera berlari keluar kamar mandi.
“Pengkhianat!” teriak Ovi pada Boba sembari memegangi kepala belakangnya.
“Vi … kita semua hanya diperalat atas nama setia kawan, atas nama persaudarian oleh Evelyn … padahal kita melindungi pelaku kejahatan … ini ga benar Vi!”
Lalu Boba mencabut bros mawar itu dari jaketnya dan meletakkannya di atas mesin pengering tangan. “Gue ga bangga jadi bagian persaudarian yang membela pembunuh dan menutup-nutupinya, gue mundur dari kelompok ini …” kata Boba lagi.
Ovi berdiri lalu menghampiri Boba. “Gue ga peduli, lo mau keluar dari kelompok kita juga bodo amat, tapi gue bukan tipe pengkhianat macam lo, gue akan tetap berdiri sama Ev! Dan ini harganya buat jadi pengkhianat!”
Ovi mengeluarkan pisau lipat kecil dari saku jaketnya dan menusukkannya pada paha Boba. Boba menjerit kesakitan, ia pun ambruk ke lantai kamar mandi sedang Ovi berlari keluar.
Di luar gedung.
Agni celingukan mencari Evelyn. Setelah kesana kemari mencari ia pun tak bisa menemukan gadis berambut pirang itu. “Arggh!! Sial dia sudah kabur!” kesal Agni. Tiba-tiba dari belakangnya bermunculan gadis-gadis berjaket kuning biru mengepungnya. Agni terhenyak, ia melihat Ovi dan seorang laki-laki berotot dengan pakaian ketat yang memimpin mereka.
“Ini dia Jon, si penyusup! Dan dia mau menangkap Ev!” cetus Ovi. Jon meregangkan otot-otot tangannya, sembari berkata, “Ga tahu malu, sudah tua pake nyamar-nyamar, mau ngerasain tinju gue apa?!” Agni melihat mereka semua yang umurnya tak jauh beda dari putri sulungnya itu.
“Kamu berani mukul perempuan? Pengecut atau bencong?” tanya Agni keras. Jon menjadi ragu, “Vi, gue jadi ga enak nih.” Ovi berdecak sebal, “Halah ga usah didengerin!” Agni menatap gadis-gadis lainnya. “Dengar kalian semua, saya bukan penyusup! Saya adalah ibu Anggi! Saya kesini untuk menangkap orang-orang yang membunuh Anggi!” teriak Agni.