SEBAIKNYA KAMU LARI

ken fauzy
Chapter #20

BAB 20. HARI PENGADILAN

Agni, Aditya, Anindya dan Kakek bersorak serta mengucapkan syukur setelah mereka mendapat kabar dari Rosa kalau kasus Anggi akan dipersidangkan dan semua terduga pelaku akan dibawa ke pengadilan. “Tapi Bu Agni, Anda harus menyiapkan saksi-saksi,” pesan Rosa di telepon. “Baik Bu, akhirnya keadilan buat Anggi telah tiba!” kata Agni bahagia. “Selamat Bu, saya berharap Ibu menang di pengadilan,” ucap Rosa. “Terima kasih Bu,” angguk Agni lalu menutup teleponnya.

“Betul ‘kan Ma kata Anin juga, kalau viral maka sebuah kasus baru diurus,” kata Anindya. “Kecuali kasus pejabat, anak orang kaya atau anak artis, ga viral juga pasti diurus,” celetuk Aditya. “Sudah, sudah … sekarang Mama mau mendatangi calon saksi, kalian mau ikut?” tanya Agni. Mereka pun mengangguk.

 

***

 

Ovi terlihat tegang. Ia mondar mandir di depan Jon di pinggir lapangan sekolah. “Vi, Beibi … jangan bolak-balik terus kayak gitu dong, aku jadi pusing,” protes Jon. Ovi berdecak kesal. “Jon, gue lagi pusing nih, gue jadi viral gara-gara gembel satu itu! Dan tadi si Ev nge-WA gue kalau gue harus ke pengadilan … sial! Sial!”

“Kalau viral, bisa dapet endorse-an dong,” cengir Jon. “Jangan bego kau ya, sosmed gue diserang dan gue dibully Jon!” sentak Ovi. Cengiran Jon pun hilang dari wajahnya. “Siapa yang nge-bully lo? Akan gue patahkan tangannya!” serunya.

“Di sosmed Jon, di sosmed,” geleng Ovi, “nasib, nasib, punya pacar bego.”

“Hey Vi, lihat,” kata Jon sambil menunjuk pada seseorang yang tengah mendatangi mereka dari kejauhan. “Sialan itu ibunya Anggi! Dia itu kayak hantu yang mengganggu saja! Huh!” umpat Ovi.

“Eh Beibi, lo mau kemana?” bingung Jon melihat Ovi berlari. Tapi larinya tak jauh, karena di depannya telah menghadang Aditya dengan mengangkat satu kakinya tepat di depan wajah Ovi!

Ovi menelan ludahnya. Ia menyadari kalau laki-laki ini adalah yang menyerangnya kemarin. Jon terpukau melihat Aditya mengangkat satu kakinya dengan tinggi itu. “Wow, keren! Gue tebak, lo pasti atlet mokondo!” cetusnya kagum.

“Taekwondo Kak, Taekwondo,” sahut Anindya yang muncul dari sisi lain bersama kakeknya. “Oh iya,” cengir Jon.

Ovi melihat dirinya telah dikepung oleh mereka semua. Ia tertawa mengejek, “Gue tebak kalian adalah keluarga, keluarga yang beraninya mengeroyok anak kecil kayak gue dengan mengajak dua orang dewasa ini.” Ia menunjuk Aditya dan Anindya. “Payah,” cibirnya lagi. Jon mengepalkan tangannya. “Tenang Beibi, ada gue!”

“Kita datang dengan damai,” kata Agni. Ovi menatap Agni. “Aku tahu, kau mau meminta aku untuk menjadi saksi di pengadilan bukan?”

Agni mengangguk. “Ini saatnya kamu berpihak pada keadilan.”

Ovi tertawa, “Ibu itu naif banget deh, ngapain susah-susah cari keadilan, mendingan ambil itu uang duka lalu bersenang-senang di Jakarta sana!”

Lihat selengkapnya