Sebaiknya Kita Berpisah

Aroem Aziez
Chapter #7

Dandy yang Bebas

Malam di kota selalu terasa hidup.

Lampu-lampu gedung menyala terang, jalanan dipenuhi kendaraan, dan suara tawa terdengar dari berbagai sudut. Dunia seperti tidak pernah benar-benar tidur.

Di salah satu restoran mewah di pusat kota, Dandy duduk bersama beberapa rekan bisnisnya.

Gelas-gelas terangkat. Tawa terdengar. Percakapan mengalir ringan.

“Gimana, Dan? Sekarang udah bebas dong?” salah satu temannya menepuk bahunya sambil tertawa.

Dandy tersenyum tipis. “Bebas gimana maksudnya?”

“Ya… udah nggak ada yang nungguin di rumah. Mau pulang jam berapa juga santai.”

Yang lain ikut tertawa.

“Bener tuh. Hidup lo sekarang enak banget.”

Dandy mengangguk kecil. “Iya… mungkin.”

Jawaban yang tidak sepenuhnya yakin.

Namun tidak ada yang menyadari.

Bagi mereka, Dandy terlihat seperti pria yang baru saja lepas dari beban.

Dan mungkin… sebagian itu benar.

**

Beberapa minggu pertama setelah perceraian, Dandy memang merasa ringan.

Tidak ada lagi keheningan yang menunggu di rumah.

Tidak ada lagi rutinitas yang terasa membosankan.

Ia bisa pulang kapan saja. Pergi ke mana saja. Bersama siapa saja.

Dan tanpa perlu menjelaskan apa pun.

Seperti malam itu.

Seorang wanita duduk di seberangnya. Cantik. Percaya diri. Penuh cerita. Berbeda jauh dari Imas.

“Jadi, kamu serius cerai?” tanya wanita itu sambil memainkan gelas minumannya.

Dandy mengangguk. “Iya.”

“Kenapa? Bosan?”

Dandy tersenyum kecil. “Kurang lebih.”

Wanita itu tertawa. “Jujur banget.”

Dandy ikut tersenyum.

Namun di dalam hatinya… ada sesuatu yang bergerak.

Kata itu.

Bosan.

Sesederhana itu kah alasannya?

Ia tidak yakin.

**

Malam semakin larut.

Dandy pulang ke apartemennya. Bukan rumah lama. Ia memilih pindah.

Katanya, supaya lebih dekat ke kantor.

Padahal… lebih karena ia tidak ingin kembali ke tempat yang penuh kenangan itu.

Pintu apartemen terbuka.

Lampu menyala otomatis.

Ruangan itu rapi. Bersih. Modern.

Tapi…

sepi.

Dandy melempar jasnya ke sofa.

Ia membuka kancing kemejanya sedikit, lalu berjalan ke dapur.

Membuka kulkas.

Lihat selengkapnya