Blurb
Jevan dibegal pada malam kelam saat hujan deras melanda Bandung. Pelakunya masih di bawah umur, lahir dan besar di jalanan tanpa pernah mengenal atap rumah, tanpa tahu pula bahwa senjata bukanlah satu-satunya alat untuk bertahan hidup.
Sebagai orang tua, May dan Ari memilih cara berbeda dalam berduka. Kehilangan seorang anak bukan hanya membuat keduanya lebih erat untuk saling menjaga, tetapi juga menyibak tabir yang menyembunyikan gelapnya hati seorang manusia.
Ari terjebak dalam perjalanan membalas dendam yang terus menariknya menjauh dari rumah. Di sisi lain, May memilih berhenti sejenak untuk bertanya: Sebagai seorang ibu, dapatkah May memaafkan seorang anak yang telah menghilangkan nyawa anaknya sendiri?
May percaya tak ada satu anak pun lahir ke dunia sebagai penjahat, yang ada hanyalah monster-monster keji yang berbentuk kemiskinan atau ketiadaan cinta. Namun, keyakinan May membuatnya terjerumus ke dalam konflik berbahaya. Sebab, di saat May memilih untuk mengulurkan tangan, kemungkinannya hanya dua: Dia berhasil menolong, atau ikut terjerumus ke dalam kebrutalan kehidupan orang-orang jalanan.