Sebatas cinta, Sedalam Luka

Ulfah Pauziah
Chapter #4

Menunjukkan bukti perselingkuhan

Malam hari yang begitu pekat seolah menelan segala cahaya. Langit pun gelap tanpa bintang, hanya awan kelabu menutup cahaya bulan. 

Ayunda keluar dari kamarnya, ia melihat rumahnya yang sudah gelap. Perlahan ia melangkah mendekati kamar Maya dan Rendra, Ayunda lalu mengintip di balik celah pintu yang ia buka. 

"Mana Ibu? Kenapa cuma ada Ayah? Apa Ibu di kamarnya Mela?" batinnya. Meski terlihat gelap, Ayunda masih bisa melihat hanya ada Rendra yang tertidur di atas ranjang.

Tiba-tiba terdengar suara dari arah dapur, Ayunda pun mengeryitkan dahinya. Ia lalu gegas untuk melihat. Langkah pelan namun sorot matanya nampak serius.

"Bu," panggilnya pada Maya yang tengah sibuk di dapur. Seketika Maya tersentak. 

"Yun. Kamu ngagetin Ibu aja," ucap Maya dengan menahan nafasnya. Maya lalu nampak bernafas lega. 

"Kamu, mau ngapain? Kok belum tidur?" tanya Maya yang terlihat seperti sedikit gugup.

"Ibu sendiri ngapain di dapur, Bu? Ini kan udah malem," balas Ayunda seraya mendekati Maya.

"Ibu cuma mau siapin bahan makanan aja buat besok. Ini sebentar lagi juga selesai, Ibu takut kesiangan, jadi disiapin dari sekarang," jawab Maya.

Ayunda memperhatikan sekeliling dapur yang terlihat bersih dan rapi. Lalu ia nampak menghela nafasnya dan mengigit bawah bibirnya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Kamu kenapa, Yun? Sebenarnya kamu mau ngapain?" tanya Maya lagi.

"Aku mau ngomong sesuatu sama, Ibu," jawabnya.

"Ngomong? Ngomong soal, apa?" tanya Maya.

"Ibu ikut aku ke kamar yah, kita bicara di kamar," pinta Ayunda.

Ayunda dan Maya lalu masuk ke dalam kamar.

"Ada apa, Yun? Kamu mau ngomong, apa?" tanya Maya setelah menghela nafasnya. 

Ayunda pun ikut menarik nafasnya. Ia lalu meraih ponselnya dan menunjukkan foto Rendra dengan wanita itu di kafe.

"Ibu liat ini," ujar Ayunda. 

Maya nampak memincing saat melihat foto Rendra bersama Widya. Namun raut wajahnya nampak datar dan hanya sedikit terkejut.

"Maksudnya apa ini, Yun?" tanya Maya seolah tak mengerti.

Lihat selengkapnya