Bel sekolah berdering nyaring, memecah suasana kelas yang nampak hening. Suaranya begitu menggema hingga ke lorong-lorong membuat para siswa sontak langsung membereskan buku dan alat tulis mereka.
Suasana sekolah mendadak ramai, Ayunda dan beserta siswa lainnya berhamburan keluar kelas.
"Yun, lo mau langsung balik?" tanya Riri.
"Iya. Kenapa emangnya?" balas Ayunda.
"Anak-anak osis ngajakin kumpul tuh, sekalian makan siang bareng. Oh iya, ada Dennis juga loh," sahut Riri.
"Oh, gue kayaknya ga bisa deh. Mau balik aja,” ucap Ayunda.
"Kenapa? Lo jarang loh kumpul-kumpul sama mereka. Anak-anak osis nanyain lo terus, apalagi si Denis. Lagian lo mau ngapain pulang jam segini? Mending kita kumpul dulu yuk, sekalian bahas agenda kegiatan osis," bujuk Riri.
"Aduh Ri, sorry yah, kayaknya kalau sekarang gue ga bisa deh. Gue harus pulang," ucap Ayunda lagi.
"Lo kenapa sih, Yun? Lo beneran lagi ada masalah, yah? Masalah lo berat yah, emangnya?" tanya Riri dan nampak perduli.
"Ngga. Bukan itu, gue… cuma ngerasa agak ga enak badan aja,” jawab Ayunda seraya menyentuh perutnya.
“Lo sakit?” tanya Riri cemas.
“Cuma agak mual aja. Kayaknya masuk angin,” jawabnya.
“Masuk angin? Kok lo bisa masuk angin sih, Yun?” tanyanya lagi.
“Ya bisa lah. Ya, mungkin karena kemarin gue telat makan siang. Lo kan tau kalau gue punya maag,” balasnya.
“Hmm. Lagian lo sih, pake telat makan segala. Yaudah deh, tapi lo bisa pulang sendiri? Atau mau dianterin aja sama Dennis? Nanti biar gue deh yang ngomong sama dia,” saran Riri.
“Ga usah lah. Gue bisa pulang sendiri pake taksi. Lagian cuma masuk angin doang. Yaudah yah, gue balik,” balas Ayunda.
“Yaudah. Lo hati-hati, yah,” ucap Riri.
“Iya. Gue duluan, yah,” balas Ayunda.
“Iya, hati-hati,” ucap Riri lagi.
Ayunda berjalan sendiri keluar dari sekolahnya.
“Taksi..!” teriaknya.
Ayunda lalu masuk ke dalam taksi. Ia duduk lalu menghela napasnya. Dalam perjalanan pulangnya, senyum tipis tersungging di bibirnya sambil memandangi jalanan kota di balik kaca jendela mobil. Tiba-tiba saja matanya terbuka lebar, bola matanya terlihat penuh.
"Pak, Pak, Pak. Stop, Pak! Saya turun di sini aja," ucap Ayunda seraya menepuk-nepuk sandaran kursi mobil supir taksi.
“Ini yah, Pak. Kembaliannya ambil aja,” ucapnya lagi setelah memberi uang lalu langsung turun dari taksi.