Sebatas cinta, Sedalam Luka

Ulfah Pauziah
Chapter #11

Antara cerita dan kesunyian

Widya turun dari mobilnya dan gegas masuk ke sebuah kafe. Di kafe itu, Widya mengedarkan matanya, nampak seperti tengah mencari seseorang. Lalu pandangannya berhenti pada seorang gadis muda bertubuh mungil, Widya tersenyum tipis lalu menghampirinya.

“Hei, Ri,” sapanya.

“Tante Widya,” balas Riri.

“Duduk, Tan,” pinta Riri.

“Thanks you,” balas Widya lalu duduk bersama Riri.

“Kamu tumben Ri, ngajak Tante ketemuan di sini?” tanya Widya yang terlihat semangat.

Sementara Riri nampak menghela napasnya.

“Sebenarnya.. ada yang mau aku tanyain ke Tante,” jawabnya.

Widya sedikit mengernyitkan dahinya.

“Oke, soal apa? Oh iya, kita pesam makan dulu kali, yah? Biar enak ngobrolnya sambil makan,” saran Widya.

“Mbak!” Widya memanggil pelayan lalu memesan makanan.

“Jadi apa, kamu mau nanya soal, apa?” tanya Widya yang mulai nampak penasaran.

Riri diam sejenak, nampak ia tengah berpikir, ia pun bergumam, terlihat wajah Riri nampak tegang dengan matanya yang tak fokus seolah berat untuk bicara.

“Ri,” Widya menatap lekat keponakannya itu.

“Maaf, Tan. Sebenarnya, aku mau nanyain soal...,” Riri menggantungkan ucapannya dan membuat dahi Widya mengkerut dan nampak semakin penasaran.

“Soal apa, Ri?” desak Widya.

“Tan, yang waktu itu kita ga sengaja ketemu di kafe. Itu… sebenarnya Tante lagi sama siapa, Tan?” tanya Riri dengan ragu.

“Maksud, kamu?” balas Widya tak mengerti. Ia nampak mengeryit.

“Waktu itu, di kafe pelangi. Aku lagi kumpul sama teman-teman, terus ketemu Tante di sana, dan Tante bilang, Tante abis meeting sama client Tante,” jelas Riri.

Widya nampak berpikir.

“Oh, iya. Itu memang benar. Tante memang abis meeting, ya sekalian lunch juga di sana. Terus kenapa?” balas Widya yang masih terlihat heran.

Riri diam seraya menghela napasnya.

“Apa… client yang Tante maksud itu.. Om Rendra?” Ianjut Riri.

Seketika Widya nampak terkejut, tubuhnya seolah menegang. Dahinya terlihat mengkerut seraya menghela napasnya.

“Kamu… kenapa…?”

“Tante jawab aja, Tan. Aku kenal Om Rendra, dia Papahnya Ayunda, sahabat aku,” ungkap Riri.

“Apa!” Widya semakin terkejut.

"Jadi benar, client yang Tante maksud itu, Papahnya Ayunda? Dan sebenarnya, Om Rendra itu bukan client Tante?" tanya Riri dengan menatap serius pada Widya.

Lihat selengkapnya