Keesokan harinya, Ayunda tengah berjalan menuju kelasnya. Pagi hari di sekolah yang terasa ramai, tawa para siswa seolah menggema di lorong-lorong. Sementara langit yang cerah seolah tak peduli pada hati yang tengah muram.
“Yun,” panggil Riri yang tiba-tiba menghampiri.
Ayunda menoleh sesaat dan langsung memalingkan wajahnya. Ia terus saja berjalan.
"Yun, tunggu, Yun. Gue mau ngomong sama lo," ujar Riri seraya mengejar Ayunda.
Ayunda hanya diam seolah tak ingin menanggapi. la lalu mempercepat langkahnya.
Tiba di kelas Ayunda langsung menyambar tempat duduknya. Namun, tiba-tiba pandangannya menjadi kabur dan buram. Ayunda mencoba memejamkan matanya sesaat untuk menyegarkan matanya.
“Yun, gue mau ngomong sesuatu sama lo,” ucap Riri terengah menghampiri Ayunda.
“Mau ngomong apa, lagi? Soal Tante lo, itu?” sungut Ayunda
“Gue kemarin udah ngobrol sama Tante Widya,” ujar Riri lagi.
“Terus?” seru Ayunda.
“Tante Widya udah jelasin semuanya. Katanya lo cuma salah paham," jelas Riri.
Ayunda tersenyum sinis seraya memalingkan wajahnya.
“Apa? Salah paham? Jadi sekarang ini, lo cuma mau bilang kalo gue itu salah paham?” sungut Ayunda lagi dengan langsung berdiri.
Karena merasa kesal, Ayunda lalu pergi dan meninggalkan Riri.
“Yun!"
Seketika langkah Ayunda pun berhenti.
“Kita masih bisa temenan kan?” tanya Riri.
Ayunda memejamkan matanya seraya menghela napasnya.
Riri melangkah mendekati Ayunda
“Gue mohon, Yun. Masalah orang tua lo sama Tante Widya, jangan lo campurin sama persahabatan kita,” pinta Riri.
“Terus mau lo apa sekarang? Lo mau, gue terima gitu aja penjelasan lo soal Tante Widya? Atau lo mau gue percaya sama Tante lo itu, dan anggap kalo semua ini cuma salah paham, gitu?” balas Ayunda.
“Bukan gitu, Yun,"
“Ya terus, apa?”
“Lo mau, kita tetap sahabatan. Tapi di sisi lain, lo juga ngebela dan ngedukung Tante lo. Orang yang mau ngerusak keluarga gue,” seru Ayunda.
Tanpa pikir panjang Ayunda gegas pergi keluar kelas. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti, dan pandangannya berubah gelap.
Brakkk…!”
“Ayunda.., Yun, kamu kenapa Yun?” ucap salah seorang murid.
Riri yang mendengar langsung menghampiri asal suara.