Sebatas cinta, Sedalam Luka

Ulfah Pauziah
Chapter #17

Minta bantuan Ana.

“Tante, tolong jawab yang jujur. Kenapa Tante yakin banget kalau perempuan yang Tante liat sama Ayah itu beneran clientnya?” desak Ayunda.

“Maksud, kamu?” balas Ana dengan mengernyit.

“Tante. Tante kenapa yakin banget kalau Ayah itu setia?” sambung Ayunda.

Ana nampak terkejut mendengar pertanyaan Ayunda, bibirnya nampak terbuka seolah tercenggang.

“Kenapa, Tante?” desak Ayunda lagi.

“Yunda, kamu ini bicara apa? Tante ga ngerti,” balas Ana.

Ayunda langsung menghela napasnya seraya mengalihkan pandangannya.

“Tante ini sengaja, yah? Tante sengaja kan pura-pura ga tau dan ga ngerti kayak gini? Tante itu sama kayak Ibu. Aku benar-benar ga ngerti, Tan,” sungut Ayunda.

Ana nampak semakin bingung dengan sikap Ayunda.

“Yunda, kamu tenang dulu, Yun. Tante benar-benar ga ngerti, sebenarnya kamu ini kenapa? Dan Tante juga ga tau, sebenarnya apa yang terjadi sama keluarga kamu?” balas Ana.

Ayunda memejamkan matanya seraya menarik napas panjang.

“Aku mergokin Ayah lagi makan siang sama perempuan itu Tan, dan ga cuma sekali," jelas Ayunda.

“Apa?” lirih Ana.

“Iya. Perempuan yang Tante bilang clientnya Ayah, sebenarnya itu bukan client Ayah, tapi dia selingkuhan Ayah. Tapi tadi Tante bilang, kalo Tante yakin banget kalau perempuan itu benar-benar client Ayah. Bahkan tadi juga Tante sempet bilang, kalau Ayah ga mungkin macam-macam. Sekarang aku tanya sama Tante, kenapa Tante bisa seyakin itu? Kenapa Tante seolah-olah menganggap kalau Ayah itu sempurna? Ayah adalah suami idaman yang ga pernah salah. Kenapa semua orang berpikiran seperti itu? Padahal, kenyataannya di luar sana Ayah justru selingkuh,” desak Ayunda seraya mencurahkan isi hatinya.

Ana terdiam, wajahnya menenang dan nampak terkejut sekaligusnya juga bingung. Ana lalu menarik napas panjangnya.

Lihat selengkapnya