Malam pun turun, membawa sunyi yang tak pernah benar-benar kosong. Langit gelap yang dihiasi gemerlap bintang dan udara yang terasa lebih dingin.
Rendra baru saja pulang, ia turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumahnya.
"Ayaah...!" teriak Mela seraya berlari menghampiri.
"Unnchhh... anak Ayah," ucap Rendra lalu menggendog putri kecilnya.
"Ayah, Ayah baru pulang?" tanya gadis kecil bermata indah itu.
"Iya, sayang. Maaf yah, Ayah pulang malem lagi, soalnya tadi di kantor Ayah sibuk," jawabnya.
"Mas," sapa Maya mendekati Rendra.
Maya mengambil tas kerja Rendra.
"Iya, Mas, ga apa-apa. Mela juga pasti ngerti. Iya kan, sayang?" sahut Maya seraya mengelus lembut rambut Mela.
"Iya, Bu," jawab gadis kecil itu.
Ayunda yang tengah menuruni tangga tak sengaja menoleh, dahinya langsung mengkerut melihat kebersamaan lbu dan Ayah serta adiknya.
"Yun, kamu mau kemana?" sahut Maya.
"Aku... aku mau ngambil minum, aku haus," jawabnya.
Rendra lalu menurunkan Mela dari pangkuannya.
"Sebentar yah, sayang," ucap Rendra pada putri bungsunya itu. Rendra lalu berjalan mendekati Ayunda.
"Yun. Kamu... udah ga apa-apa? Kamu, udah sehat?" tanya Rendra dengan nada sedikit ragu.
Ayunda nampak mengalihkan wajah seraya menghela napasnya.
"Aku ga apa-apa. Aku udah sehat, dan aku baik-baik aja," jawabnya dengan dingin.
"Syukurlah, Ayah senang dengarnya," ucap Rendra
"Oh, iya. Ayah punya sesuatu buat kamu dan juga Mela. Kalian tunggu sebentar yah, Ayah ambilin dulu di mobil," ujar Rendra. Ia lalu gegas keluar, Rendra mengambil sesuatu di dalam mobilnya.
"lni dia... Ayah punya kejutan, buat kamu dan buat Kak Yunda," ucap Rendra dengan semangat.
"Hah, kejutan? Asiikkk...!" ucap riang Mela. Sementara Ayunda hanya diam seraya memperhatikan.
Rendra lalu mengambil sesuatu pada paperbag besar yang ia ambil dari mobilnya.
"Ini... boneka buat Mela. Sama ada mainan puzzle juga, Mela suka ini, kan?" tanya Rendra.
"Waahhh. Mainananya keren, bagus, Mela suka yah, suka banget. Hore... Mela punya mainan baru," ucap gadis kecil itu dengan riang.
"Sayang, bilang apa sama Ayah?" tanya Maya.
"Makasih ya, Yah udah kasih Mela mainan ini," ucap gadis kecil itu.
"Iya, sayang. Sama-sama," balas Rendra seraya mengelus lembut rambut Mela.
"Oh, iya. Ini... ini ada buat Kakak Yunda juga," lanjut Rendra seraya mengambil sebuah tas kecil yang dibungkus dengan rapi.
"Yun, sini," ajak Maya.
Ayunda berjalan dengan pelan mendekati orang tuan dan adiknya.
"Ini, kamu dapat hadiah dari Ayah," ujar Maya.