Rendra dan keluarganya akhirnya pergi untuk berlibur. Keluarga itu berada di satu mobil. Mela, gadis kecil itu nampak bersemangat melihat pemandangan lewat kaca mobil di sampingnya dan Ayunda pun nampak menoleh ke samping menikmati pemandangan jalan. Suasana pagi hari, dengan ditemani rimbunan pohon yang berjejer di setiap jalan menambah aroma kesejukan. Sinar mentari pagi di sela dedaunan, membisikkan semangat pada alam yang terjaga dan menyentuh bumi dengan cahayanya yang lembut.
"Sayang, kacanya jangan terlalu dibuka," ujar Maya pada putri bungsunya seraya menoleh ke belakang.
"Iya, Bu," jawab Mela. Ayunda yang langsung mengerti langsung membantu Mela menutup kaca mobil di sebelah Mela.
"Segini aja, yah? Masih berasa kan anginnya?" tanya Ayunda.
"Iya, Kak," jawab gadis kecil itu.
Ayunda lalu kembali ke posisi duduknya, tak sengaja ia menoleh pada kaca spion di depan Rendra. Ayahnya nampak menatapnya pada spion itu. Untuk sejenak, Ayunda dan Rendra saling menatap diam lewat kaca spion.
Matahati perlahan naik, menyapu embun pagi dengan hangatnya yang lembut seolah memeluk jiwa yang dingin.
Mobil Rendra pun sampai dan berhenti di sebuah pantai, keluarga itu satu persatu turun dari mobil. Angin yang berbisik lembut seolah menenangkan luka yang tersembunyi.
"Waaahh, pantainya bagus banget, Yah," puji Mela dengan riang.
"Sayang, tapi mainnya jangan jauh-jauh, yah," pesan Maya.
"Iya, Bu," jawab Mela.
"Mas, kalau penginapannya dimana buat tidur?" tanya Maya.
"Kamu tenang aja, udah aku pesan lewat online. Villanya ga terlal jauh dari sini," jawab Rendra dengan lembut. Ayunda yang berdiri persis di tengah-tengah anatra Rendra dan Maya melihat adanya keharmonisan pada kedua orang tuanya itu.
"Mela, sayang...!" panggil Maya seraya gegas menghampiri putri kecilnya yang ingin mendekati air.
"Sayang, jangan ke sana," ucap Maya seraya menarik tangan Mela.
"Mela cuma mau liat ombak, Bu," balas gadis kecil itu.
"Udah, nanti aja yah. Ayo, kita ke Ayah," bujuk Maya.
"Ayah, Mela boleh main pasir kan, Yah? Mela juga mau liat ombak di situ," pinta bocah kecil itu seraya menunjukk pada tempat dimana Maya melarangnya tadi.
Rendra tersenyum kecil, ia lalu berjongkok mendekati lalu mengelus rambut Mela dengan lembut.
"Iya, tapi nanti aja yah. Sekarang kan udah siang, Mela pasti udah laper. Kita makan siang dulu gimana? Abis itu istirahat sebentar, terus kalau udah ga terlalu panas baru kita ke pantai, nanti kita main pasir, gimana?" bujuk Rendra pada putri kecilnya.
"Iya, Yah," jawab gadis kecil itu dengan tersenyum manis.
Rendra pun tersenyum lalu beranjak berdiri.
"Yaudah, kalau gitu kita ke villa sekarang, yah," ajak Rendra.
Keluarga itu pun masuk lagi ke dalam mobilnya untuk menuju villa penginapan mereka.