Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap masuk ke area kafe. Ia lalu pelan-pelan memarkirkan mobilnya, tak lama pintu mobil itu terbuka, sebuah sepatu heels keluar dengan kaki betisnya yang terlihat ramping. Widya keluar dari mobilnya dengan langkah yang anggun, ia menutup pintu mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam kafe. Di depan pintu kafe ia mengedarkan matanya. Lalu sebuah senyuman ramah pun mendarat di bibirnya, Widya lalu melangkah dan berjalan menghampiri keponakannya yang sudah menunggunya.
"Hai, Ri," sapa Widya.
"Tante Widya," balas Riri dan sedikit tersentak.
"Maaf yah, nunggu lama," ucap Widya.
"Oh enggak kok Tan, aku juga baru datang. Silahkan duduk, Tan," balas Riri.
Widya pun duduk bersama Riri dengan posisi saling berhadapan.
"Ada apa Ri, kamu ngajak Tante ketemuan di sini?" tanya Widya.
Riri nampak menghela napasnya.
"Permisi, mau pesan sekarang?" tanya seorang pelayan menghampiri.
"Iya, Mbak boleh," jawab Widya. Dirinya lalu membaca menu makanan.
"Kamu mau pesan apa, Ri?" tanyanya.
"Aku ga laper, Tante aja," jawab Riri.
Widya langsung menoleh pada Riri, lalu tersenyum kecil.
"Yaudah, kita pesan minum aja gimana?" tanya Widya lagi.
Riri nampak mengangguk pelan.
"Mbak, saya pesan jus alpukat 1 yah," ucap Widya.
"Kamu, Ri?" tanyanya lagi.
"Aku.. orange jus, aja," jawab Riri.
"Baik, ada lagi?" tanya pelayan.
"Itu aja dulu, Mbak," jawab Widya.
"Baik, untuk pesanan minumannya di tunggu ya, Kak," ucap pelayan.
"Makasih ya, Mbak," ucap Widya.