Pagi menjelang, cahaya matahari menyapa dengan hangatnya. Rendra sudah siap untuk ke kantor dan Ayunda dan Mela sudah siap berangkat sekolah.
"Ayo, anak-anak," ajak Rendra.
"Bu kita berangkat sekolah dulu, yah," pamit Ayunda.
"Iya. Yang rajin belajarnya," pesan Maya.
"Iya, Bu," jawab Ayunda lalu mencium tangan Maya.
"Bu, Mela juga berangkat yah," pamit Mela.
"Iya, sayang. Hati-hati yah, Mela yang semangat belajarnya," pesan Maya seraya menyentuh lembut pipi mulus Mela.
"Iya, Bu," ucap gadis kecil itu lalu mencium tangan Maya. Maya membalasnya dengan mencium kening Mela seraya mengelus lembut rambut anak bungsunya itu.
"Yaudah, kalian masuk duluan gih, ke mobil," perintah Rendra seraya merapikan jasnya.
"Ayo, kak," ajak Mela.
Ayunda dan Mela lalu keluar dan masuk ke dalam mobil.
"Aku berangkat kerja dulu, yah," ucap Rendra.
"Iya, Mas," balas Maya. Rendra mengulurkan tangannya, membuat Maya seketika tertegun karena bingung. Rendra mengangkat alisnya seraya tersenyum seolah memberi kode.
Senyum manis pun mendarat di pipi Maya. Ia lalu mencium lembut tangan suaminya. Rendra pun membalasnya dengan senyuman.
"Eh, sebentar Mas," sahut Maya membuat Rendra berhenti melangkah untuk pergi.
"Mas, dasinya kurang rapi," ucap Maya lalu langsung merapikan dasi Rendra. Ayunda rupanya memperhatikan kedua orang tuanya. Ia menatap fokus pada kebersamaan Maya dan Rendra.
"Udah rapi, Mas," ucap Maya.
"Kalau gitu, aku berangkat yah," ucap Rendra.
Maya hanya tersenyum seraya mengangguk kecil. Tanpa meminta izin, Rendra mencium lembut kening Maya, membuat Maya lagi-lagi tertegun.