Sebatas cinta, Sedalam Luka

Ulfah Pauziah
Chapter #29

Bertemu Revanno lagi

"Ri, lo emang mau nyari apa?" tanya Ayunda seraya mengedarkan pandangannya.

"Ya.. kalau gue sih, apa aja yang gue butuhin. Tapi nyokap gue nitip sepatu, katanya dia mau ada acara," jawab Riri.

"Sepatu?" tanya Ayunda. Riri hanya mengangguk.

"Eh, ke sana yuk," ajak Riri. 

Ayunda dan Riri masuk ke sebuah toko sepatu yang cukup besar.

"Selamat sore kak, silahkan masuk," ucap karyawan dengan ramah.

Ayunda dan Riri membalas dengan tersenyum. 

Mata Riri nampak langsung terfokus pada sepatu heels berwarna abu-abu yang terpajang di etalase lemari toko tersebut.

"Yun, liat, bagus yah?" tanyanya. 

"Iya. Bagus, simpel tapi keliatan mewah," jawab Ayunda.

"Bentar, gue mau foto dulu terus mau gue kirim ke nyokap gue," ujar Riri lalu memotret sepatu itu. 

Ia lalu mengirimnya ke Ibunya. Sepatu heels berwarna abu-abu itu nampak elegant, memancarkan kesan yang anggun namun tetap sederhana. Permukaanya yang halus dan berkilau lembut, memberikan nuansa modern yang tidak mencolok.

Ayunda dan Riri pun melihat-lihat sepatu lainnya. 

Tiba-tiba ponsel Riri berbunyi notifikasi. Riri gegas membuka dan membacanya.

"Wah, Yun, nyokap gue suka katanya," ujarnya. Ayunda segera mendekat. Kedua remaja itu sama-sama menatap ponsel.

"Mau langsung diambil, aja? Atau, mau cari yang lain dulu?" tanya Ayunda. Dahi Riri nampak mengkerut, menunjukkan kebingungannya. Lalu ponselnya tiba-tiba berdering.

"Halo, Mah?" ucap Riri.

"Iya. Ini masih di tokonya, jadi Mamah suka yang itu?" tanyanya dalam sambungan.

"Iya, Mamah suka Ri sepatunya. Simpel tapi elegant," jawab wanita di sebrang sana.

"Yaudah. Mau langsung diambil aja yang itu? Atau mau Riri cariin sepatu yang lain?" tanyanya lagi.

"Halo, Mah?" ucapnya seolah tak ada jawaban.

"Ri, kita video call aja yah, biar Mamah bisa langsung liat sepatu yang lainnya," saran Ibu Riri.

"Yaudah, kita video call, ya Mah," ucap Riri. Tak lama sambungan video pun tersambung.

"Rii..!" panggilnya.

"Iya, Mah," jawab Riri.

"Hai, Tante," sapa Ayunda.

"Oh, ada Ayunda juga ternyata," ujar wanita di dalam ponsel itu.

"Iya, Mah. Ayunda nemenin Riri beli sepatu buat Mamah," ucap Riri.

"Oh. Makasih ya, Yun," ucap wanita paruh baya itu.

"Iya, Tan. Sama-sama," balasnya.

"Mah, Riri tunjukkin sepatu yang lain, yah. Biar Mamah bisa liat," ujar Riri.

Ia lalu membalikkan kameranya dan merekam sepatu yang berjejer.

"Gimana, Mah?" tanya Riri.

"Aduuh. Kayaknya ga ada yang cocok. Udah, yang tadi aja yah, Mamah lebih suka sepatu yang tadi," jawabnya.

"Oke Mah, kalau gitu. Riri langsung ambil yah," ucapnya.

"Mbak mau yang ini, yah," ucap Riri pada karyawan toko.

"Mah, udah dulu yah. Riri sama Ayunda mau liat-liat yang lain," lanjutnya.

"Iya, sayang. Pulangnya hati-hati, yah," ucap wanita itu.

"Iya, Mah. Daaahh, Mah," ucap Riri lalu menutup sambungannya.

Lihat selengkapnya