Revanno, Ayunda dan Riri tengah duduk bersama di sebuah restaurant grill. Asap tipis dari panggangan menyebar memenuhi udara, suara berdesis terdengar setiap kali potongan daging dibalik, menambah suasana hangat di antara meja-meja kayu yang tertata rapi.
"Van, thanks yah lo udah mau neraktir kita kayak gini," ucap Ayunda. Seketika Revanno tersenyum.
"Harusnya gue lagi yang bilang makasih, lo berdua udah mau bantuin gue milihan tas cewek kayak gini. Jujur, gue ga mikir panjang pas bokap gue minta tolong buat nyari kado buat karyawannya. Nyampe sini, gue malah bingung sendiri. Biasanya kalo belanja gini, gue sama nyokap, tapi gue udah lama ga nemenin nyokap belanja lagi," ungkapnya.
"Kenapa emangnya?" tanya Riri. Ayunda langsung menoleh padanya.
"Karena nyokap gue udah ga ada. Nyokap gue udah meninggal," jawab Revanno. Seketika wajah Riri dan Ayunda berubah, kedua gadis itu saling pandang dengan tatapan iba dan penuh simpati.
"Sorry, yah. Gue ga tau," ucap Riri merasa bersalah. Revanno nampak tersenyum kecil.
"Ga apa-apa, santai aja," balasnya.
Suasana restauran cukup ramai, dipenuhi obrolan riuh dan denting gelas yang beradu. Di antara kepulan asap ada tawa bersahutan dari para pengunjung lain yang terdengar pecah, membuat waktu seakan berjalan lebih lambat.
"Yun, daging punya lo kayaknya udah mateng tuh," sahut Riri seraya menunjukkan potongan daging di atas panggangan. Satu persatu Ayunda memindahkan potongan daging itu ke piringnya.
"Oh iya, kalian sekelas?" tanya Revanno.
Ayunda dan Riri pun saling pandang lagi, dengan kompak mereka lalu mengangguk pelan.
"Kelas berapa?" lanjut Revanno.
"Kelas 12," jawab Riri.
"Wah, berarti bentar lagi lulus dong," ujar Revanno.
"Iya. Kalau lo? Masih sekolah juga?" sahut Ayunda.
Revanno menggeleng pelan.
"Gue udah kuliah, tapi masih semester awal. Kayaknya, umur kita ga beda jauh, yah?" balas Revanno.
"Paling bedanya 1, 2 tahun doang. Lo juga keliatan masih muda banget," timpal Riri.
"Lo kuliah dimana?" tanya Ayunda.
"Gue, kuliah di London," jawab Revanno. Lagi-lagi Ayunda dan Riri dengan kompak menoleh dan saling pandang.
"London?" tanya Riri.
"Iya, kebetulan sekarang lagi libur semester. Oh iya, kalau lo berdua lulus sekolah nanti, mau kuliah dimana?" balas Revanno.
"Yang pasti sih bukan di London, yah. Kita kuliahnya, ya di sini, di Indo," sahut Riri.
"Kalian udah ada planning mau ngambil jurusan apa?" lanjut Revanno.
"Umm, kalau gue kayaknya belum dipikirin, sih. Nanti aja lah," jawab Riri.
"Bukannya harusnya dari sekarang yah dipikirin, kan bentar lagi lulus. Jadi lo nanti ga perlu bingung lagi," saran Revanno.
"Iya, sih," ucap Riri.
"Kalo lo Yun, udah ada rencana mau ngambil jurusan apa?" tanyanya lagi.
"Gue... kayaknya mau ngambil psikologi," jawab Ayunda.