Keesokan harinya, matahari tampak bersinar cerah seolah menyambut dan membawa harapan. Udara yang segar seolah menghadirkan semangat baru untuk memulai hari.
Ayunda tengah berdiri di depan cermin, gadis itu memperhatikan pantulan dirinya dengan seksama. Dengan senyum tipis, ia merapikan rambut serta pakaiannya, memastikan semua sudah sesuai sebelum ia melangkah untuk pergi. Ayunda menghela napas pelan dan setelah yakin dengan dirinya, ia dengan mantap keluar kamar lalu turun ke bawah.
“Bu, Ibu. Aku pergi dulu, ya Bu,” ucapnya menghampiri Maya yang tengah duduk bersama adiknya di ruang tengah.
“Loh Yun, kamu mau kemana?” tanya Maya seraya melihat tampilan Ayunda.
“Aku mau keluar, aku udah janji sama teman mau pergi main,” jawabnya.
“Pergi main sama temen? Siapa? Riri?” tanya Maya lagi.
Ayunda nampak hanya tersenyum dan seolah tak ingin menjawab.
“Yaudah Bu, aku pergi dulu yah, takut macet. Aku ga lama kok perginya, sore juga udah pulang,” ujarnya.
“Yaudah. Kamu hati-hati, yah,” ucap Maya.
“Iya,” balasnya.
“Mela, Kakak pergi dulu, yah,” ucap Ayunda pada adiknya seraya menyentuh lembut pipi Mela.
“Kakak mau pergi kemana?” sahut gadis kecil itu.
“Mau… main, sebentar,” jawabnya dengan tersenyum.
“Yaudah Bu, aku berangat yah,” ucapnya lalu mencium punggung tangan Maya.
“Dadah Melaa…!” sahut Ayunda pada adiknya.
“Daah, kakak..!” balasnya seraya memainkan boneka di tangannya.
Sementara dahi Maya nampak terlihat berkerut melihat Ayunda yang sudah pamit pergi.
Matahari pun perlahan semakin naik, menghiasi langit yang kian membiru. Suasana hangat seolah menyinari setiap sudut kota.
Taksi berhenti tepat di depan sebuah Mall besar, Ayunda membuka pintu mobil, lalu keluar dari sana, dengan langkah yang pelan dan tenang Ayunda masuk seraya menatap megahnya bangunan di hadapannya itu.
Ayunda menarik napasnya pelan, lalu ia mengambil ponsel di dalam tasnya.
Sementara itu, mobil mewah nampak masuk ke sebuah parkiran Mall. Revanno memarkirkan mobilnya dan tak lama ia pun keluar lalu langsung mengunci tombol remote mobilnya. Revanno mengambil ponsel di saku jaketnya dan membaca sebuah pesan masuk.
[“Gue udah sampe nih, di Mall”] pesan Ayunda.
Revanno lalu langsung menelpon. Ayunda yang sudah berada dan berdiri di dalam Mall sedikit terlonjak karena mendengar ponselnya berdering. Dahinya nampak sedikit berkerut sebelum ia menerima panggilan telepon dari Revanno.
“Halo,” ucap Ayunda.
“Halo Yun, lo dimana? Gue juga udah sampe nih,” tanya Revanno.
“Hah? Lo udah nyampe?” balas Ayunda seraya mengedarkan matanya.
“Iya. Lo dimana?” tanya Revanno lagi.
“Gue… gue masih di lantai satu sih,” jawab Ayunda.