Gubug itu mulai menunjukkan perangainya yang manis, minimalis, dengan badannya yang gagah. Di sebelah kanan dan kirinya rumh bagaikan kedua sayap malaikat tepat di samping kiri rumah, sebidang tanah hanya berukuran lebar bagian depan enam meter persegi, panjang lima belas meter persegi, dibiarkan suci kodrati. Tanah tersebut masih hak milik Rumidarti, pemberian dari Mak dan Bapaknya.
Kini, Rumidarti bernapas lega, telah singgah di gubugnya sendiri. Meski begitu, ibu mertuanya dan saudara ipar perempuannya setiap saat mengunjungi Rumidarti sekadar menemaninya di tempat tinggal yang baru.
Esok harinya, rumah berlapis berselimut batu bata merah, dengan alas lantai keras bergelombang, gema salawat menggetarkan bangunan dan seisi jiwa-jiwa yang bermunajat, yang banyak dilangitkan menjadi kokoh, kuat beserta para penghuninya, juga sebagai rasa syukur dan meminta pertolongan agar nyaman dan aman menempatinya. Para sanak saudara berkumpul, dari kampumg halaman Rumidarti pun juga datang. Tentu membuat hati Rumidarti terasa penuh sukacita. Jika tidak ada acara begini, kapan lagi Rumidarti bisa mempertemukan kerabat dan keluarganya itu dalam satu atap.
Genderang ditabuh, dan gema salawat terus mengalun, memecah keramaian dalam pikiran dan perasaan Rumidarti usai mendengar keinginan yang baru saja terucap dari mulut si Mbah Putrinya yang ingin sekali mengajak Rumidarti, Sudarso dan si Buyut pertamanya itu jalan-jalan ke Kota Ngalam untuk menengok saudara-saudarinya yang sudah belasan tahun tak saling bersua itu, semenjak Mbah Putrinya memutuskan untuk berhijrah ke tanah Putan. Bahkan keinginan itu tercipta sejak ia mengetahui akan menjadi seorang Buyut.
Malam terus terjaga, oleh kedua matanya yang begktu memikul berat bulir bening yang menyublim di dalamnya. Menahan agar tidak meletus apalagi menimbulkan kekecewaan. Rumidarti terus memutar otaknya, darimana akan dapatkan uang untuk biaya perjalanan ke Ngalam, usai habis-habisan uang tabungannya itu ia pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari di rumah dan baru saja ia bisa merasakan napas lega.