Sebelum Dia Hilang, Berubah Jadi Kenangan

mahes.varaa
Chapter #4

PERTEMUAN YANG TIDAK DIHARAPKAN

“Jadi Bagas, kamu-” 

“Ya, Mira. Aku bisa lihat kamu sekarang.” Meski tidak bisa mempercayai apa yang sedang ada di hadapannya saat ini, Bagas merasa sedikit lega karena Mira datang padanya dan membuatnya bisa melihatnya lagi. 

“Jadi gosip tentang kamu semasa kuliah itu benar adanya? Pria dari gedung sebelah yang katanya bisa melihat arwah dan hantu, itu benar-benar kamu?” tanya Mira. 

“Itu memang aku.” Bagas menjawab dengan merendah. 

“Kenapa selama aku kenal kamu, kamu enggak pernah bilang? Kupikir gosip itu cuma sekedar gosip.” Mira bertanya lagi. 

“Karena kamu enggak percaya dengan hal-hal seperti itu. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu enggak percaya karena kamu enggak bisa buktikan sendiri kan? Jadi apa gunanya aku cerita kalau pada akhirnya kamu enggak percaya?” Bagas menjelaskan sembari memasang kacamatanya. Bagas mengambil earbud miliknya dan memasangnya di salah satu telinganya. Bagas kini bertindak seolah sedang terhubung dengan seseorang melalui panggilan, tapi sebenarnya tidak. Jaman sekarang berbeda dengan jaman dahulu. Kemajuan teknologi membantu Bagas untuk menyembunyikan kemampuannya. Ditambah lagi orang sekarang jauh lebih tidak peduli dengan orang di jaman dulu. Bagas duduk kembali di kursinya dan memberi instruksi pada Mira untuk duduk di sampingnya. “Kamu tadi bilang anakmu dalam bahaya kan? Ceritakan apa yang terjadi? Pasti arwahmu gentayangan sekarang karena anakmu itu!” 

Mira menganggukkan kepalanya dan mulai menjelaskan apa yang terjadi padanya sebelum kecelakaan nahas itu menimpanya. 

“Jadi anakmu diculik dan kamu kecelakaan karena ingin menebus anakmu?” ulang Bagas memastikan. 

“Ya.” Mira menggenggam tangannya sendiri merasa sungkan pada Bagas. “Aku tahu di masa lalu aku sudah nyakitin kamu dan sekarang aku dengan tidak tahu malunya meminta tolong sama kamu, Bagas! Tapi aku terpaksa, Bagas! Sudah sejak tadi aku berusaha minta tolong, tapi enggak ada satupun orang yang menyadari keberadaanku! Aku akan paham kalo kamu mungkin menolak membantuku, Bagas!” 

“Kenapa aku harus menolaknya?” Bagas memasang senyum tipis di bibirnya. Perasaan Bagas yang tadi sempat hancur, kini rasanya menghilang semua. Meski di sampingnya kini hanya ada arwah Mira dan tak lagi ada tubuhnya, tapi bisa melihat Mira lagi jadi sebuah kebahagiaan kecil bagi Mira. Ada banyak penyesalan di masa lalu di hati Bagas untuk Mira. Bagas merasa kehadiran Mira di hadapannya saat ini adalah untuk menyelesaikan semua penyesalan Bagas di dalam hatinya. 

Bagas merasa dengan menolong Mira sekarang, seenggaknya akan menebus apa yang dirinya lewatkan di masa lalu. 

Sebelum dia hilang berubah jadi kenangan, seenggaknya aku ingin melakukan sesuatu untuk terakhir kalinya. 

“Jadi kamu mau bantu aku, Bagas?” Mira memastikan. 

“Ya.”

“Ma-makasih. Aku enggak bisa membayar apa yang akan kamu lakukan untukku, Bagas.”

“Anggap saja ini untuk menebus kesalahanku di masa lalu, Mira.” 

“Sekali lagi, makasih-” 

Mira belum menyelesaikan ucapannya ketika seseorang mendadak duduk di kursi di mana Mira duduk dan membuat Mira langsung berpindah tempat. Bagas melihat sosok itu dan terkejut mendapati sosok itu mendadak ada di hadapannya sekarang. 

Lihat selengkapnya