“Oke, kalian ingat kan rencananya?” Tepat sebelum masuk ke rumah yang dulu pernah ditinggali Mira, Bagas melihat ke arah Mira dan Teddy bergantian.
“Ingat.” Mira dan Teddy menjawab bersamaan.
Bagas dan Teddy akan berkunjung ke rumah Arya sebagai teman lama Mira. Karena Mira tak lagi punya keluarga, kematian Mira semuanya akan diurus oleh Arya. Karena sebelum menjadi suami Mira, Arya adalah anak asuh dari Ibu Mira. Dan inilah alasan Bagas mencurigai Arya. Mira tak lagi punya keluarga dan jika sesuatu terjadi padanya maka Arya adalah satu-satunya yang tersisa. Bara yang masih kecil tentu saja akan dibawa oleh Arya sebagai keluarga.
Hari sudah malam ketika Bagas bersama dengan Mira dan Teddy datang ke rumah Arya untuk mengucapkan belasungkawa atas kematian Mira. Tapi meski waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, masih ada beberapa orang yang datang untuk mengucapkan belasungkawanya pada Arya untuk kematian Mira.
“Siap?” tanya Bagas memastikan.
“Siap!” Mira dan Teddy menjawab bersamaan.
Teddy bertugas berjaga di luar. Teddy terhubung dengan Bagas menggunakan panggilan di hpnya. Nanti jika sesuatu terjadi pada Bagas, Teddy bisa meminta bantuan pada Maudy. Di sisi lain, tugas Mira yang kini sudah jadi arwah adalah memeriksa seluruh rumah Arya dan menemukan Bara.
Bela mengatakan jika Arya telah membawa Bara. Bela mengatakan hal itu sebagai ganti atas usaha Bagas yang telah menemukan mayat Bela.
“Apa Bela enggak bilang kenapa Arya melakukan semua ini?” Sembari berjalan masuk ke dalam rumah Arya.
Bagas yang sudah mengganti pakaiannya dengan setelan jas hitam, kini terlihat sangat meyakinkan untuk mengucapkan belasungkawanya untuk kematian Mira.
“Dia enggak bilang. Lebih tepatnya enggak mau bilang.”
Bagas mengingat ucapan Bela saat melihat arwah Bela. “Pria itu enggak seperti kelihatannya. Jangan percaya dengan wajah baiknya! Dia lebih jahat dari yang kamu kira!”
Tadinya … Bagas tidak ingin percaya dengan apa yang Bela ucapkan. Sepanjang ingatanya, Bagas ingat jika Mira dulu sering menceritakan betapa baiknya Arya-anak asuh ibunya yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri. Ditambah lagi dengan cerita Mira bahwa Arya langsung menceraikan Mira tanpa banyak bertanya, membuat Bagas merasa ucapan Bela tak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diingatnya dan diketahuinya dari Mira.
Ada yang tidak pas di sini.
Merasa ada yang janggal, selagi berjalan menuju ke rumah Arya dan bergiliran untuk mengucap belasungkawanya pada Arya untuk kematian Mira, Bagas bertanya pada Mira dengan berbisik.
“Arya itu, gimana menurutmu, Mira?”
“Mas Arya?” Mira terkejut mendengar pertanyaan Bagas. “Ke-kenapa kamu tanya itu, Gas?”
“Cuma penasaran saja. Sekarang di dalam kepalaku ini ada banyak dugaan terkait dengan kecelakaanmu, penculikan Bara dan alasan dibaliknya.” Bagas menjelaskan masih dengan berbisik.
“Mas Arya adalah orang yang baik. Hanya itu yang bisa aku berikan sebagai jawaban, Gas.”
“Hanya itu? Itu terlalu umum, Mira?” Bagas tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Mira untuk pertanyaannya.