Sebelum Dia Hilang, Berubah Jadi Kenangan

mahes.varaa
Chapter #27

SEBELUM DIA HILANG PART 2

“Arggg!” 

“Bagas!” 

Baik Teddy, Maudy dan Mira yang bahkan hanya Bagas yang bisa melihatnya, berteriak memanggil Bagas karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Arya padanya. 

Teddy hanya bisa berteriak karena di tangannya saat ini sedang menggendong Bara-putra Mira. Sementara itu Maudy bersama dengan bawahannya, dengan sigap langsung mengeluarkan senjata apinya untuk mengancam Arya dan jika situasinya tak terkendali, Maudy bisa saja melepaskan tembakan ke arah Arya demi melindungi nyawa Bagas. Dengan melihat situasi saat ini, Maudy sudah bisa memastikan jika Arya adalah pembunuh Bela karena cara yang digunakannya sama persis ketika membunuh Bela. 

Di sisi lain, Mira yang berdiri di samping Bagas berusaha untuk melindungi Bagas. Tapi seperti sebelum-sebelumnya, Mira tak bisa menyentuh apapun karena dunianya sekarang berbeda dengan dunia Bagas. 

“Enggak, Bagas! Kamu belum boleh mati! Kamu enggak boleh mati dengan cara seperti ini!” 

Arya terus berusaha melukai leher Bagas tanpa rasa takut sedikit pun bahkan ketika ada banyak senjata api sekarang mengarah padanya. 

“Argghh!” Bagas menahan rasa sakit karena lehernya yang terus dilukai oleh Arya. 

“Berhenti, Arya!” Maudy berteriak mengancam Arya. 

Tapi sayangnya, ancaman itu tidak membuat Arya takut sedikit pun. Maudy akhirnya melepaskan tembakan ke arah Arya dan membuatnya meleset dengan tujuan untuk menakuti Arya. Dor! 

“Papa!” teriak Bara.

Teddy yang sedang menggendong Bara, terpaksa menutup mata Bara dengan tangannya yang lain karena pemandangan saat ini bisa menjadi kenangan buruk dan trauma bagi Bara yang masih kecil. 

Tapi sekali lagi, usaha Maudy itu sama sekali tidak membuat Arya takut dan berhenti melakukan tindakan kejinya pada Bagas. 

“Enggak, Bagas! Kamu belum boleh mati!” Mira yang tahu Bagas dalam bahaya, tidak bisa diam saja. Mira sekuat tenaga berusaha menyentuh pisau yang melukai leher Arya dengan air mata yang jatuh bercucuran, menangisi Bagas yang bisa kehilangan nyawanya jika dirinya diam saja melihat pemandangan ini. 

Dan benar saja … usaha Mira akhirnya membuahkan hasil. 

Mira yang tadinya tidak bisa menyentuh pisau itu, berhasil menahan pisau itu berhenti melukai leher Bagas. Mira menarik tangan Arya yang sedang menggenggam pisau dan membuat Arya dan semua orang yang melihat pemandangan itu, terkejut. 

“Apa yang-” Arya terkejut karena melihat tangannya bergerak sendiri. “Apa ini? Apa yang terjadi? Tanganku! Kenapa-” 

“Mama!” 

Teriakan Bara itu membuat Teddy dan Maudy tersentak dari terkejutnya dan langsung bertindak dengan cepat. 

“Cepat ringkus!” 

Teriakan Maudy itu membuat dua bawahan Maudy langsung bergerak bersama Maudy untuk meringkus Arya dan juga menyelamatkan Bagas. 

“Arghhhh!” Arya berteriak memberontak ketika diringkus oleh dua bawahan Maudy. 

Dua orang saja ternyata tidak cukup meringkus Arya. Dua bawahan Maudy yang lain bergerak dengan cepat untuk membantu rekannya yang sedang berusaha menangkap Arya. 

“Bertahanlah, Bagas!” Maudy dengan tangannya langsung menahan luka di leher Bagas, agar darah yang keluar tak semakin banyak. “Panggil ambulance! Teddy robek lengan bajumu!” 

Teddy melakukan apa yang diperintahkan oleh Maudy. Teddy merobek lengan bajunya dan memberikannya kepada Maudy. Dengan cepat Maudy mengikatkan lengan baju Teddy di leher Bagas untuk menahan darahnya keluar lebih banyak dari lukanya. 

Lihat selengkapnya