“Apa yang Ibu lakukan?”
“Ibu membuat Bagas jadi relawan di luar negeri, Pak.”
“Ibu sampai sejauh ini untuk memisahkan Mira dari Bagas. Tetap awasi Bagas dan Ibu apapun yang terjadi dan laporkan padaku!”
“Baik, Pak.”
Firasat buruk Arya, benar-benar terjadi. Bagas yang namanya terkesan mirip dengan mantan suami Ibu, ditambah lagi profesinya yang sama-sama dokter, membuat Rahayu teringat akan suaminya. Ditambah lagi kali ini Mira sungguh-sungguh serius dengan hubungannya dengan Bagas dan berkat itu, untuk pertama kalinya, Mira melawan ibunya.
Dan hasilnya sekarang, Rahayu berusaha dengan keras untuk menyingkirkan Bagas dalam hidup Mira karena rencana yang sudah dibuatnya terkait masa depan Mira.
Sejauh apa Ibu akan melakukan semua ini?
Dengan dikirimnya Bagas menjadi relawan dan terkena wabah saat jadi relawan, Arya mengira Rahayu-Ibunya akan berhenti. Tapi saat mengetahui bahwa Mira rupanya hamil anak Bagas, Arya menyadari jika ibunya-Rahayu semakin tidak menyukai Bagas. Rasanya seperti semua perasaan buruknya tentang mantan suaminya, sekarang dilimpahkan semuanya pada Bagas hanya karena namanya yang mirip, profesinya yang sama dengan mantan suaminya dan Mira memilihnya.
“Apa Bagas sudah kembali?”
“Sudah, Pak. Tapi masih ada prosedur yang harus dilakukan karena Bagas berasal dari kota di mana wabah itu menyebar, Pak.”
“Aku paham.”
Arya tadinya bersiap-siap untuk membantu Mira jika Bagas muncul di hadapan Mira dan Rahayu. Tapi sebelum itu terjadi, sesuatu yang tak pernah Arya duga Rahayu akan lakukan, benar-benar dilakukannya.
“Pak! Bagas dan temannya mengalami kecelakaan hebat saat hendak menuju kemari!”
“Apa yang terjadi? Gi-gimana bisa-” Arya belum menyelesaikan kalimatnya ketika benaknya dengan cepat menebak apa yang sebenarnya terjadi dibalik kecelakaan yang menimpa Bagas-pria yang dicintai Mira dan juga ayah dari anak dalam kandungan Mira. “Ibu! Ibu yang lakukan ini?”
“I-itu, be-benar, Pak. Saya kira informasi mengenai Bagas yang sudah kembali ke negara ini sudah kami rahasiakan. Tapi sepertinya Bagas menghubungi Nona Mira dan Ibu mengetahuinya, Pak.”
“Gi-gimana keadaan Bagas?”
Saat mendengar kabar kecelakaan itu, Arya langsung bergegas untuk memeriksa keadaan Bagas. Dan benar saja, keadaan Bagas benar-benar buruk. Mobilnya remuk, benar-benar remuk. Sebuah keajaiban karena baik Bagas dan temannya di dalam mobil itu masih hidup.