Sebelum Dia Hilang, Berubah Jadi Kenangan

mahes.varaa
Chapter #34

SEBELUM DIA HILANG, BERUBAH JADI KENANGAN PART 6

Semua rahasia Arya selama ini yang dirahasiakannya dari Mira, akhirnya terungkap. Rahasia itu terungkap meski dengan cara selama ini dan dalam situasi yang sama sekali Mira duga. 

“Bawa semua surat yang kamu perlukan, Bagas! Aku akan alihkan hak asuh Bara ke kamu! Bagaimanapun kamu adalah ayah kandung Bara dan sekarang aku di sini, mendekam di penjara! Di luar sana Bara sudah enggak punya siapa-siapa lagi!” 

“Ya, aku akan mengurusnya dan membawanya ke sini.”  

Setelah mengetahui jika Bara-putra Mira adalah anak kandungnya yang selama ini tidak diketahuinya, Bagas jelas merasa bertanggung jawab. Ditambah lagi sekarang Mira sudah kehilangan nyawanya dan tidak lama lagi akan benar-benar menghilang dari dunia ini. Sebagai seorang ayah, Bagas merasa harus membesarkan Bara. 

Melihat bagaimana Arya berada di situasi ini karena salah satu alasannya adalah sikap Bara, Bagas mengira Arya tidak akan menyerahkan hak asuh Bara pada dirinya. Tapi siapa yang sangka, setelah mengungkap semua yang dipendamnya pada Mira, Arya dengan lapang dada memberikan hak asuh Bara pada Bagas. 

Pada akhirnya semua masalah yang terjadi dalam keluarga ini dan melibarkan banyak orang, dimulai karena mereka kurang terbuka satu sama lain. Dengan alasan ingin melindungi yang lain, mereka semua berada di situasi ini, situasi seperti sekarang ini. 

Karena masa lalunya yang pahit, Rahayu ingin memastikan masa depan Mira tidak seperti masa lalunya. 

Karena merasa bertanggung jawab untuk melindungi dua wanita dalam keluarganya, Arya harus melakukan segala cara untuk melindungi Mira dan Rahayu. 

Karena merasa harus melindungi cintanya, Mira berani melawan Rahayu dan membuat Rahayu murka. 

Karena merasa Mira sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, Bagas memilih mundur. 

Karena tidak ingin kehilangan pria yang dicintainya dan harapannya untuk hidup dengan pria yang dicintainya, Bela rela melakukan hal gila yang bahkan membahayakan nyawanya sendiri. 

Ya, pada akhirnya semuanya berada di situasi ini karena ingin melindungi apa yang menurut mereka berharga meski dengan segala cara bahkan jika itu adalah cara gila atau cara yang mungkin merugikan pihak lain. 

“Te-terima kasih.” Arya sudah menghapus air mata di wajahnya. Tapi meski begitu wajah sembab masih terlihat dengan jelas di wajahnya. “Tapi, aku punya sebuah permintaan, Bagas. Sebuah permintaan memalukan yang enggak seharusnya aku ajukan. Apa kamu mau mendengarnya, Bagas?” 

Bagas melihat ke arah Mira dan menyadari jika Mira sepertinya juga ingin mendengar permintaan Arya. 

“Apa itu?” 

“Kalo nanti aku bisa keluar dari sini, bisakah aku melihat Bara sekali saja?” Arya bertanya sembari melihat kedua tangannya yang kini sedang diborgol. “Meski dengan kedua tangan ini, aku membuat seseorang kehilangan nyawanya. Tapi dengan tangan ini juga, aku pernah membesarkan Bara, menggandeng tangannya yang mungil dan memeluknya. Meski hanya sekali, bisa aku melihatnya setelah keluar dari sini?” 

Bagas melihat ke arah Mira yang masih duduk di samping Arya dan sama sekali tidak disadari oleh Arya. Bagas melihat ke arah Mira untuk melihat tanggapan Mira. Dan hasilnya, Mira menganggukkan kepalanya menjawab permintaan Arya. 

“Enggak perlu menunggu kamu keluar, kalo ada waktu aku akan bawa Bara kemari.” 

“Apa itu sungguh boleh?” Arya melihat ke arah Bagas dengan tatapan tidak percaya. Setelah apa yang dilakukannya pada Bagas, Arya jelas tidak menyangka Bagas akan memberikan persetujuan untuk permintaan tidak tahu malunya. 

“Ya, Mira mengijinkan.” Bagas menjawab. “Bagaimanapun seperti katamu, kamu punya andil dalam membesarkan Bara. Kamu juga menyelamatkanku saat itu. Aku sadar diri, aku punya hutang denganmu, Arya!” 

“Terima kasih. Terima kasih banyak.” 

Setelah mendengarkan jawaban untuk permintaannya, Arya kembali meneteskan air matanya. Kali ini air mata itu tak lagi terlihat sedih. Ada sedikit kebahagiaan dalam tetesan air matanya yang jatuh. Hanya dengan melihat air mata itu, Bagas tahu kebahagiaan apa yang  Arya maksud. 

Yah, seenggaknya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus hutangku padamu, Arya. 

Sebagai kakak, kamu sudah melindungi Mira sebisa mungkin. Menjaga Bara dan membesarkannya, dan bahkan juga menyelamatkan nyawaku. 

Hutang ini … mungkin bisa aku bayar dengan cara ini, Arya. 


Sore harinya. 

Masalah Arya dan segala kerumitan dibaliknya telah selesai. Kini Bagas bersama dengan Bara menghabiskan waktu bersama dengan Mira untuk terakhir kalinya. 

Mira sudah akan menghilang. 

Lihat selengkapnya